Spectre (2015); Film Petualangan Panjang Bond Dengan si Gadis Prancis

Spectre (2015); Film Petualangan Panjang Bond Dengan Si Gadis Prancis
Spectre (2015). Sumber gambar: IMDB

Sembari menonton Spectre, saya iseng membuka trivia di IMDB. Baru kali ini saya mendapati trivia yang begitu banyak dan panjang-panjang. Sungguh, saya akhirnya mengakhiri ingin tahu banyak tentang di balik layar film ini. James Bond adalah film franchise yang legendaris dengan tokoh bond yang sudah berganti-ganti aktor, hingga sekarang Daniel Craig.

Lucunya, di luar dari keterkaitan dengan film ini dengan film yang sebelumnya saya tonton, The Lobster, ada satu benang merah. Yaitu Lea Seydoux. Ya Lea, aktris Prancis yang namanya berkibar di Cannes. Jika biasanya aktris-aktris Prancis punya tampilan yang feminin, Lea ini punya pembawaan yang tomboi. Tomboi meski dalam Spectre di salah satu scene tampil menggoda dengan gaun merah menyala. Sebelum muncul di Spectre, Lea tampil ala mahasiswi seni rupa yang jatuh cinta dengan seorang pelajar di film Blue is the Warmest Color.

Memang, kenapa saya akhirnya menonton Spectre dan The Lobster, karena ingin tahu perkembangan akting Lea. Hanya film-film internasional saya yang bisa saya dapatkan. Beberapa judul Prancisnya, saya berharap bisa menontonnya suatu saat nanti.

Kembali ke Spectre, meski banyak yang berkomentar bahwa ini adalah film Bond yang panjang dan membosankan. Kalau saya pribadi, dibandingkan dengan Skyfall, saya lebih suka dengan kisah Bond sekarang.

Ada banyak pengambilan sinematografis yang jauh lebih memukau mata. Adegan-adegan ledakan disusul keruntuhan-keruntuhan kemudian. Daniel, seperti seri sebelumnya, juga tidak seliar Pierce Brosnan yang mudah mengajak bercinta, yang mengesankan sebagai agen flamboyant dan playboy. Tidak ada scene di mana Daniel bertelanjang dada.

Spectre diawali dengan sebuah festival kematian di Meksiko. Bersama serang gadis, James Bond masuk ke sebuah hotel. Saya pikir mereka bakal mengawalinya dengan sebuah percintaan, rupanya, James punya agenda lain yang membawanya pulang ke London dan mendapati bahwa program 00 terancam dibekukan, termasuk 007. Ada seseorang yang tiba-tiba masuk dan seolah ingin membuat sebuah perubahan besar, tapi berkontra dengan pihak James.

Sesuatu yang telah terjadi di Meksiko membawa Daniel ke banyak negara untuk mengejar sebuah organisasi bawah tanah dan dipimpin oleh seorang yang kejam. Itu pulalah yang mempertemukannya dengan Dokter Madelaine Swann, putri dalah salah satu orang berpengaruh dalam organisasi tersebut.

Membongkar organisasi Spectre memang berlangsung lama. Itulah yang diprotes oleh para fans James Bond. Durasinya sekitar 2,5 jam. Membosankan? Saya pribadi di satu sisi merasa demikian, tapi dengan sentuhan yang berbeda dari sebelumnya, mengapa tidak dinikmati saja? Lagi pula, Lea menghidupkan seorang karakter yang ingin menarik diri dari keterlibatan dengan organisasi yang  melibatkan sang ayah hingga akhir hayat.

Salah satu tokoh yang juga mengingatkan saya dengan film lain adalah Ben Whishaw. Sebelumnya, saya sudah menonton The Danish Girl. Juga dengan Andrew Scott yang memerankan Profesor Moriarty si musuh abadi Sherlock Holmes. Anehnya mereka berdua memerankan tokoh hanya dengan inisial. Ini memang masih lebih bisa diterima ketimbang nama-nama tokoh dalam film The Lobster.

Menurut kabar-kabar yang beredar, ini adalah seri James Bond terakhir yang dibintangi oleh suami Rachel Weisz. Apakah memang benar demikian, mari menunggu James Bond berikutnya. Dan siapa yang kira-kira pantas mengisi peran sebagai agen rahasia yang flamboyant dan playboy?

Trailer Spectre:

 

Jogja, 1 Februari 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response