Speed Exercise dengan Setting Gear ala Mbak Dyah

Speed Exercise dengan Setting Gear ala Mbak Dyah
Speed Exercise dengan Setting Gear ala Mbak Dyah. Sumber gambar: tapakrantau.com.

Setelah minggu lalu saya gowes bareng teman-teman JWC keliling Ring Road dalam rangka Haornas dan ditinggal jauh sama mereka-mereka. Saya akhirnya mengganti ban saya yang superkeren tapi berat itu dengan ban licin yang tipis. Ban dalamnya pun ikutan ganti karena ban dalam yang lama tidak masuk. Yah, sekitar 200 ribu untuk sebuah kenyamanan baru. Ban yang lama, kali ini saya bawa pulang, siapa tahu saya ingin ganti haluan ke dunia off road suatu saat nanti. Sekalian beli helm Polygon sebiji yang harganya setara helm motor kelas bagus.

Ketika pertama kali mencoba dengan ban baru, saya merasakan bedanya sambil memperhatikan kecepatan pada cyclometer. Sepeda saya dari tampilannya terlihat lebih langsing, jujur saya lebih suka ketika masih ban gede. Lebih laki gitu deh. Dengan menggunakan ban licin, kecepatan memang bisa bertambah progresif. Hingga saya pun mencoba setting gear ala Mbah Dyah.

Dengan ban besar nan berat dan permukaannya bergerigi besar-besar, setting gear berat-setengah ringan menghasilkan sakit kaki yang luar biasa. Ketika diaplikasikan dengan ban aspalan, itu membuat laju menjadi meningkat drastis dengan cadence lebih baik.

Buat pemakai sepeda gunung seperti punya saya, setting gear ideal yang boleh deh dicoba adalah 3 untuk FD yang dikombinasikan dengan RD 4-5-6. Sesuaikan dengan kontur jalan. Kalau landai ya pakai saja 6, itu akan menghasilkan kecepatan mulai dari 28-31kph. Kalau mau tidak gonta-ganti gear, pakai 5 tidak masalah. Ada orang yang berpendapat bahwa kita akan kehilangan momentum ketika mengubah gear (belakang). Gear depan biarkan saja terus di 3 sebab jika turun ke 2, kita akan sulit mengejar kecepatan rata-rata 24 kph. Percayalah. Saya sudah mencoba kombinasi itu dari dulu.

Angka kecepatan rata-rata di cyclometer saya menunjuk 25kph, sayangnya di Strava ada selisih hitungan. Kesel nggak tuh. Untuk bisa mendapatkan angka segitu, saya harus berusaha berada di kecepatan antara 24-30kph. Sebisa mungkin tidak turun dari itu atau average speed akan ikut turun. Pertahankan terus dengan memastikan setting gear benar-benar pas, jangan memakai baju tebal tapi cukup jersey, ketika minum pun juga jangan sampai melambatkan kayuhan. Aspalan mulus juga turut memengaruhi output kecepatan. Aspalan bergelombang itu sangat mengganggu konsentrasi. Tips lainnya, pastikan punya rute rutin sehingga bisa memantau progress diri sendiri apakah membaik atau begitu-begitu saja.

Tidak semua pesepeda memang akan melakukan latihan keras seperti ini. Tapi kalau mau coba, kenapa tidak? Pembakaran kalori dalam satu sesi latihan akan semakin berlipat. Normalnya 400-an kalori, ini bisa mencapai 1000 dalam satu jam. Dampak yang terasa pada tubuh beberapa jam kemudian, kalau saya sih, suhu tubuh terasa naik begitu bangun tidur (saya latihannya sore hari sepulang dari kantor). Dan laparnya itu luar biasa.

So, buat yang tertarik speed exercise, ini nggak akan menyakitkan tubuh kok asalkan bisa mengukur kemampuan diri. Pandai-pandailah membaca sinyal yang diberikan tubuh.

 

Jogja, 15 September 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response