Strategi Promosi Album Artis Dunia di Ellen Show

Strategi Promosi Album Artis Dunia di Ellen Show |

 

Artis-artis kelas dunia percaya,  strategi promosi album mereka akan maksimal jika melakukannya di Ellen Show. Acara yang sudah melewati episode ke-2000 ini tak bisa disangkal memiliki kekuatan penarik perhatian masif sehingga para sponsor, artis, para produser meminta agar Ellen pun turut mempromosikan meski hanya sekali lalu. Bahkan Ellen pun juga hanya sekitar setengah menit memperkenalkan buku terbarunya. Tidak seperti jualan buku ala tukang obat yang berkoar-koar. Tidak, tidak perlu seperti itu. Kecuali sasaran penjualannya adalah zombie.

 

Strategi Promosi Album Artis Dunia di Ellen Show

Di tahun 2015, yang mulai mendekati penghujung, semakin disempurnakan dengan rilisnya album-album musik terbaru. Ada Madonna dengan Rebel Heart. Sebuah album dengan banyak campuran genre musik di dalamnya, dengan para produser yang nama, seperti Avicii dan Kanye West. Di track Bitch I’m Madonna dia mengundang Nicki Minaj untuk menambah kesan “merusuh sesuka hati” ala Madonna. Mempertahankan diri di usianya yang sudah sangat tua, membutuhkan kelegowoan memasukkan unsur kekinian di dalam musik-musiknya tanpa melupakan bahwa kematangan tidak mungkin dikesampingkan hingga nilai kontemplasi juga menjadi sisi lain pribadi yang pemberontak.

Natalie Imbruglia pun memilih 2015 sebagai momen kelahiran album Male. Saya bukan pengikut musik-musik Natalie Imbruglia. Setidaknya saya tahu, Torn, Smoke, dan Wishing I was There sebagai track pop rock yang asyik bahkan untuk dikonsumsi anak SMP yang tidak begitu paham bahasa Inggris. Enam tahun lalu, Natalie Imruglia merilis Come to Life, saya sama sekali tidak pernah mendengarkan album ini. Di album Male, 13 track adalah hasil kreativitasnya menyanyikan ulang 13 lagu yang pernah dibawakan sejumlah musisi pria, sebut saja The Cure, Daft Punk, Damien Rice, Neil Young, dan Cat Stevens. Berbeda dengan dengan Taylor Swift yang kecanduan genre pop, Natalie Imbruglia masih berpegang pada akar yang sama. Intrumen-instrumen yang tidak hanya dari mesin, tapi dimainkan secara live.

Selena Gomez menghindari peluncuran album di 2014 sebab Taylor Swift dipastikan akan kembali mengguncang pasar musik dunia dengan 1989. Ketimbang harus bersaing dengan sahabat sendiri, sebaiknya memilih momen yang lain. Musik mereka memang tidak jauh dari kata identik. Revival setidaknya terkesan lebih Selena, terlebih dari lirik-lirik lagu di mana dia terlibat banyak di sana.

Beberapa album berikut, jujur saya saya baru tahu rilis tahun ini karena menonton Ellen Show. Si artis hadir sebagai tamu maupun hanya membawakan 1-2 lagu dari album terbaru. Mereka ini menyadari betul, Ellen adalah ikon yang tidak mungkin dikesampingkan perannya terhadap konsumerisme publik. Orang-orang mengantre untuk menjadi penonton di acara yang hanya berdurasi 40-an menit. Segala yang menjadi viral, dibahasnya di tiap episode. Ellen punya selera humor yang tidak kampungan. Sponsornya memberi hadiah berlimpah.

 

Adele-25

Strategi Promosi Album Artis Dunia di Ellen Show
Sumber gambar: digitalspy.com

Adele, akhirnya mengeluarkan album 25. Semoga Anda pun sudah mendengarkan Hello dan track-track lain yang membuat hati tercabik-cabik dan menghabiskan stok tisu. Adele punya kekuatan membuat hati yang patah semakin remuk. Banyak yang mengkhawatirkan, terlebih Swifties, ketika album ini diprediksi rilis tahun lalu. Inilah yang bakal menumbangkan dengan telak 1989. Untungnya, mimpi buruk itu tidak terjadi. Di tahun 2015, Taylor Swift benar-benar leluasa meraih penghargaan bergengsi. Tahun depan akan menjadi tahun kejayaan Adele. Someone Like You adalah pembuktian betapa berbahayanya dia. Album 21 terjual sebanyak 30 juta di seluruh dunia. Angka yang fantastis. Grammy dan Brit Award adalah pengukuhan Adele sebagai penyanyi berbakat. Penjualan album 25 lebih  gila dari 1989 yang di minggu pertama tembus di angka 1 juta kopi, dan 1 juta lagi di minggu berikutnya. Saingan yang benar-benar berat.

 

Justin Bieber-Purpose

Strategi Promosi Album Artis Dunia di Ellen Show
Sumber gambar: genius.com

Justin Bieber meluncurkan album Purpose dan secara eksplisit menumpangkan promonya di Ellen Show. Tiba-tiba saja ada Bieber Week, dan konser khusus Justin Bieber. Ini sebuah strategi promosi yang malah membuat saya bertanya-tanya, mengapa sampai sebegitunya? Apakah Justin Bieber agak ragu dengan kekuatan pesonanya yang memudar akibat sejumlah kasus keberandalannya di tempo-tempo belakangan? Siapa yang tidak mulai antipati dengan kelakuannya yang seenak udel? Rasanya selebriti lain seusianya tidak sampai bertingkah sampai tingkat masuk penjara demi mendapat perhatian. Maka di album Purpose, Justin Bieber ingin meminta maaf lahir batin, dengan tampil kembali manis dan hangat. Yang lalu biarlah berlalu, kegantengannya membuat publik akan cepat melupakan. What Do You Mean dan Sorry adalah dua track yang menjadi andalannya.

 

Ellie Goulding-Delirium

Sumber gambar: store.universalmusic.com

Ellie Goulding adalah musisi lain yang merasa perlu membuat strategi promosi di Ellen Show. Penyanyi yang satu ini soal musikalitasnya tidak perlu ditanyakan. Suaranya punya kekhasan yang mudah dikenali sejak saat pertama. Tapi tentu saja bekal alamiah tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya senjata dalam persaingan penjualan album. Bahwa persaingan insdustri musik sangatlah dahsyat dan kejam. Ditambah lagi pambajakan yang makin tidak terkendali. Saya salah satunya, jujur saja. Track Love Me Like You Do masuk ke album Delirium, bersama On My Mind yang sedikit hip-hop dan membuatnya ngerap. Sebuah lagu cinta yang tidak mendayu, malah segar dan membuat mata enggan mengantuk.

Itu tadi 3 musisi yang punya strategi promosi albumnya lewat Ellen Show. Dan silakan berikan pendapat versi Anda sendiri di kolom komentar.

 

Jogja, 6 Desember 2015

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response