Teknik Berenang Bisa Dipelajari dan Sangat Mudah

Teknik Berenang Bisa Dipelajari dan Sangat Mudah
Teknik Berenang. Sumber gambar: pixabay.com

Kenapa takut belajar teknik berenang? Olahraga ini sangat besar manfaatnya, mulai dari memperkuat napas, membentuk otot, hingga memperkuat rasa percaya diri.

Saya lahir di sebuah kota kecil bernama Sorowako, Sulawesi Selatan. Penduduk di sana sebagian besar bisa berenang, karena ada fasilitas gratis. Bukan kolam renang komersial yang seperti yang ada di kota-kota besar, melainkan kolam renang alami, sebuah danau yang cukup populer di dunia dengan kedalamannya, Matano. Tapi penduduk setempat tentunya hanya berenang di “bagian pinggirnya” saja, bukan di bagian terdalamnya yang konon sedikit misterius.

Itu asal usulnya saya bisa berenang. Selain memang menjadi salah satu penilaian dalam EBTA praktek olahraga. Saya ingat betul, saya termasuk orang yang tidak begitu kuat berenang terlalu jauh. Tapi setidaknya sudah memenuhi syarat lulus EBTA praktek. Sementara teman-teman saya yang lebih rajin berlatih renang, 100 meter tanpa henti bukan hal aneh.

Belakangan, saya berniat buat mulai rajin berenang untuk memperkuat stamina. Usia saya memang sudah genap 30 tahun bulan Januari kemarin, dan aktivitas pekerjaan yang dominan duduk di dalam ruangan ber-AC membuat sakit mudah menyerang sistem imun.

Saya masih rajin bersepeda, tapi tentu saja durasinya terbatas, mengingat Senin sampai Jum’at, saya masuk kantor jam 7.30. Berenang bisa lebih lama dan menjadi begitu menyenangkan karena saya bisa membakar kalori lebih banyak tanpa berkeringat.

Soal teknik berenang, saya jauh dari yang namanya jago. Satu-satunya gaya yang saya tahu cuma gaya bebas (freestyle stroke), itu pun saya rasa gaya saya tidak benar. Maklum, dulu cuma melihat cara teman-teman saya melakukannya. Kurang lebih gitu deh, yang penting kan sampai juga di sisi seberang dengan selamat. Untuk gaya bebas memang ada beberapa versi, ada yang mengambil napas setelah 3 kali gerakan tangan, ada yang dua kali, ada yang nggak ngambil napas sama sekali. Udah kayak ikan yang terakhir tadi. Saya penasaran untuk mencoba gaya ala ikan. Sekaligus menguji seberapa lama saya bisa bertahan menahan napas. Menurut saya memang menyenangkan yang ini, terlebih saya pakai kacamata renang.

Tadi pagi saya berenang di kolam renang indoor di Depok Sport Center. Tiket masuknya 15 ribu (untuk hari libur, Sabtu dan Minggu, buka jam 6 pagi sampai 8 malam). Dan kolam renang indoor-nya khusus untuk cewek. Asyik. Di sini memang tidak begitu ramai, karena yang datang benar-benar untuk berenang. Beda ketika saya ke Balong, orang-orang datang untuk berenang, main air, dan makan. Terlalu ramai.

Ketika saya datang, hanya ada sekitar 6-7 orang yang berenang. Yang benar-benar berenang hanya beberapa (maksud saya berenang lalu istirahat sebentar lalu berenang lagi). Saya termasuk yang berenang sebentar lalu istirahatnya lama. Di pojokan diem aja entah maksudnya apa.

Tapi ketika mulai kedinginan, saya pun meningkatkan intensitas berenang, meskipun sebatas 25 meter tanpa ngambil napas (ukuran kolam renang standar 50 x 25 meter, bisa membayangkan arah berenang saya kan?).

Saya di sana 2 jam lebih. Ketika naik dari air baru deh saya merasa pegal-pegal, haus, dan lapar yang begitu banget. Setelah sampai rumah dan makan, saya langsung tidur nyenyak. Ini tidak patut dicontoh ya.

Oh ya, buat yang pingin nyari kacamata renang, Speedo mengeluarkan beberapa jenis kacamata, dengan berbagai fungsi dan kelebihan. Saya beli yang varian Active Essentials (antifog dan UV). Harganya 199 rb. Yang lebih mahal banyak, kalau yang lensanya lebih besar lalu frame lebih lembut, harganya bisa dua kali lipat. Ada juga yang dilengkapi minus, mulai dari -3 sampai -6. Saya nggak beli yang itu karena masih minus 2 dan nggak bisa dipinjam orang lain juga dong. Ada yang buat anak-anak. Pokoknya lengkap deh. Dan hati-hati kebeli barang abal-abal ya. Selamat berenang!!!

 

Yogyakarta 1 Februari 2014

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response