Tell Me You Love Me (2017), Album Keenam Demi Lovato

in Musik by
https://www.youtube.com/watch?v=cwLRQn61oUY
Tell Me You Love Me (2017). Sumber gambar: GENIUS.

Ini masih ada hubungannya dengan postingan saya sebelumnya tentang Demi Lovato di mana saya menyangkal kalau saya masuk dalam klub penggemar Demi. Di tulisan ini pun masih sama, saya masih seorang Swifties cap Orang Tua meskipun saya sampai sekarang belum tergerak untuk membahas album Reputation sementara saya mengulas album Katy Perry di hari peluncurannya.

Menyukai Demi Lovato, maksud saya lagu-lagunya, butuh semacam pemicu untuk duduk dan mendengarkan track demi track. Terlebih penyanyi seangkatan Demi sangatlah banyak untuk kemudian didengarkan satu per satu. Hingga saya pun merasa, cukuplah Taylor Swift dan Katy Perry yang saya perlu tahu. Dua Lipa juga bagus lagu-lagunya, tapi dia tidak bikin ulah.

Suara Demi memang berubah menjadi begitu soul dan main hajar nada-nada tinggi. Generasi di atas dia, ada Christina Aguilera yang kalau sudah mengeluarkan vibranya, bikin merinding. Ketika masih unyu dan dibayang-bayangi Jonas Brother, suara Demi masih ala-ala penyanyi remaja macam Lindsay Lohan dan Hillary Duff.

Coba buka Spotify, mulai saja ke album Here We Go Again (2009), dia masih berada di genre teen-pop rock yang membuat musik dia seperti Avril Lavigne, Hillary Duff, The Veronicas. Tema-tema lagunya masih seputar cinta-cintaan dan kegalauan yang berkepanjangan.

Dua tahun kemudian, album Unbroken rilis dengan mulai melibatkan kolaborasi dengan musisi seperti Missy Elliot, Timbaland, dan Jason Derulo. Terasa betul Demi mulai ingin meninggalkan aura keremajaan dan memasuki dunia hip hop dengan menyelipkan beat-beat yang lebih bikin kepala pengin manggut-manggut, sebagaimana juga dilakukan Britney Spears, Christina Aguilera, dan Justin Timberlake.  Demi masih mengeksplorasi head voice-nya hingga membuatnya menonjol dari sebaris mantan penyanyi remaja yang lebih bermain aman dengan nada-nada yang itu-itu saja. Tapi jangan lupa, Skycrapper dan Give Your Heart A Break adalah hits yang masih bikin merinding ketika dia nyanyikan di panggung. Oh ya kalau kamu baru mulai suka dengan Demi, jangan pernah sekalipun mencari video-video ketika dia menjadi bintang tamu di acara macam Ellen atau Tonight Show-nya Jimmy Fallon, karena dia selalu dibuat terlihat o’on, sementara di atas panggung dia begitu karismatik dengan ekspresi penjiwaan yang dalam.

Album Demi (2013) terdengar lebih pop-EDM ketimbang Unbroken, di mana di tahun yang sama Katy Perry mengeluarkan album terkerennya, Prism. Di tahun sebelumnya Red-nya Taylor Swift juga mulai ingin hengkang dari kekangan musik country yang mengasuhnya selama ini. Ini bukan album favorit saya meskipun suara Demi terdengar makin menguat dan semakin menebal. Mungkinkah Demi terseret arus dan khawatir jika muncul dengan musik yang berbeda? Di album ini ada 3 lagu yang saya suka: Heart Attack. Made in USA, dan Let It Go.

Album favorit saya jatuh pada Confident (2015), meskipun saya tidak menyukai kover albumnya. Saya memang tidak memelototi kovernya juga lama-lama, tapi kan tapi kan…. Meski demikian, toh masih lebih sopan ketimbang sampul album Selena Gomez yang Revival. Di kesempatan ini, Demi mulai nyaman bernyanyi dengan nada-nada tinggi yang itu kemudian tidak mampu diikuti Katy Perry di album selanjutnya. Demi mulai memperlihatkan kualitasnya sebagai mantan juri sebuah ajang pencarian penyanyi baru. Di album ini, rasa percaya dirinya tidak hanya sebatas judul belaka. Dia punya bakat, dia bekerja keras hingga mampu naik kelas. Vibrasinya makin terasah dengan baik. Makin jelas jika dia pantas disejajarkan dengan Adele, Beyonce, Kelly Clarkson, dan Christina Aguilera.

Cool for Summer diduga sebagai ungkapan Demi akan seksualitasnya yang mulai menjadi bahan pertanyaan orang. Bahwa lagu ini berisi pengalaman sesaatnya dengan sesama jenis. Katy Perry tidak pernah diragukan perkara seksualitasnya meskipun dia tenar gegara I Kissed A Girl dan You’re So Gay.

Father merupakan lagu sendu yang dipersembahkan Demi kepada sang ayah yang meninggal dua tahun sebelumnya. Hubungannya dengan sang ayah tidak baik semenjak Demi masih kecil. Versi studio maupun live lagu ini sama kerennya karena dia memberikan suara terbaiknya, nada tertingginya. Ditambah lagi muatan emosional di dalamnya.

Confident dibuatkan video klip yang membuat saya berpikir, sepertinya dia bisa deh ditawari peran sebagai cewek jagoan di film bareng Charlize Theron atau Scarlett Johansson. Saya suka bagian awalnya ketika dia masih di dalam penjara dengan ekspresi dingin dengan lighting yang sengaja dibuat suram lalu menyorot ke muka dia yang udah di make-up agar tidak seperti cewek-cewek di serial Orange is the New Black yang pake maskara.

Kolaborasi dia dengan Iggy Azalea membuat Kingdom Come menjadi sebuah track yang seksi abis meskipun sampai sekarang tidak dibuatkan videonya. Kalau pun ada video buatan fan dengan mengambil adegan dari The Fate and Furious.

Yang tidak saya habis pikir adalah, bagaimana bisa dia menolak dua lagu tawaran Sia yang selalu jadi hits hanya karena tidak cocok dengan konsep album Confident? Broken Glass dan Unstoppable kurang keren apa coba?

Untuk di album keenam, Demi merilis Tell Me You Love Me. Saya masih belum bisa beradaptasi dengan 15 track yang dia sajikan. Tidak begitu berubah dramatis jika membandingkan dengan Confident, hanya saja seakan si empunya album ingin lebih menonjolkan kualitas suaranya, kemahirannya bervibrasi bahkan di dalam track nge-beat sekalipun. Dia makin jauh meninggalkan teman-teman seangkatannya yang memenuhi track dengan musik-musik berisik demi menutupi suara yang mulai tidak kuat di nada tinggi akibat rentetan konser dunia yang menguras energi. Menyindir siapa, sih? Ya, itu, yang temannya model-model semua diajakin bikin video klip.

Tell Me You Love Me dibuatkan video klip setelah Sorry Not Sorry. Demi berpasangan dengan Jesse Williams sebagai sepasang kekasih yang akan melangsungkan pernikahan. Pesan dalam lagu ini jauh lebih penting ketimbang menyimak adegan dalam videonya. Ini tentang harapan untuk seseorang yang kamu cintai supaya nggak pergi walaupun terkadang di dalam sebuah hubungan itu ada masalah pelik.

Demi kembali menyangkutpautkan sosok sang ayah dalam track Daddy Issues, juga dengan proses terapi yang dijalaninya setelah kecanduan kokain di beberapa tahun silam.

Perkara persahabatannya yang renggang disinggungnya dalam track Ruin the Friendship. Tidaklah begitu penting siapa yang menginspirasinya dalam lagu ini, Lovatics sepertinya lebih cerdas dalam membaca setiap makna yang tersembunyi dalam lirik-lirik lagunya walaupun Demi toh tidak akan mengakui secara terus terang.

Jogja, 22 Januari 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Latest from Musik

Partners Section:

best thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appfree iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8
error: All contents protected, please contact email below to copy
Go to Top

Powered by themekiller.com sewamobilbus.com caratercepat.com bemp3r.co