Tetangga; Bahas Cerpen karya Seno Gumira Ajidarma

in Bahas Cerpen by

Tetangga, cerpen yang berada di urutan keenam Senja dan Cinta yang Berdarah. Dimuat pertama kali di Harian Kompas 28 Desember 1980.

Cerpen ini bersetting di sebuah perkampungan yang bayangkan saja diisi oleh orang-orang dengan berbagai problematik khas kalangan bawah. Tetangga begitu gemar ikut campur urusan orang lain. Urusan rumah tangga jadi bahan omelan sehari-hari. Tetangga adalah dunia sosialisasi kita. Apalagi bagi para perantau. Tetangga di sebelah rumah. Keluarga di seberang pulau. Perkampungan pada jelas membuat batas privasi jadi berkurang. Anak-anak menjadikan halaman rumah kita menjadi tempat bermainnya karena tiada tembok pemisah antarrumah. Rumah ibadah sangat dekat dan pengeras suaranya sangat menggelegar.

Di cerpen ini, Seno memasukkan unsur perempuan dan kematian. Potret yang diberikan Seno “terasa begitu padat” seperti halnya penduduk perkampungan. Yah, di perkotaan sebenarnya bisa juga terasa bak perkampungan dengan tingkah orang-orangnya yang norak. Orang kampung ingin ke kota. Tapi orang kota enggan ke kampung kecuali untuk melihat panorama alamnya.

Untuk mewakili tokoh seorang penghuni perkampungan, yaitu sepasang suami istri dan anaknya yang harus betah dengan kondisi sumpek. Di perumahan elite, mana bisa anak-anak seenaknya manjat pohon jambu tetangga. Jangankan menyentuh pohonnya, membuka pintu pagar saja takut pada si pemilik rumah.

Apa mau dikata, batas privasi itu menyempit. Hanya di dalam rumah saja hal-hal rahasia bisa dibicarakan. Boleh masuk halaman rumah, jangan masuk dalam rumah.

Tipisnya tembok rumah, rapatnya rumah satu dengan yang lainnya, atau bahkan dinding rumah bukanlah tembok tapi gedek, tripleks, kardus, atau sehelai kain. Pembicaraan-pembicaraan pribadi akhirnya terdengar, aktivitas lainnya tidak luput.

Saya membayangkan tiap kali orang-orang bercerita, bagaimana mereka mendengar suara-suara ranjang yang berderit-derit dengan tempo pelan sampai makin cepat. Ibarat penghujung klimaks sebuah orkestra yang memainkan gubahan Tchaikovsky hingga kembali ke irama yang lambat lalu hening.

Tinggal di kos-kosan orang baik-baik di mana penghuninya tidak pernah menganggap kamar kos adalah kamar hotel tanpa tarif, membuat pengalaman itu tak pernah saya rasakan. Maka jangan berharap pula bisa mendengarkan after sex conversation. How was good that sex.

Seno di cerpen Tetangga, berusaha untuk menghadirkan seorang tokoh dengan karakter mewakili kalangan kelas bawah. Dengan dialog-dialog yang jauh dari level kecerdasan kalangan kelas atas. Percakapan-percakapan pendek dan menengah dan berputar-putar. Tokoh yang menunjukkan kesungkanan blak-blakan. Tidaklah sering menemui tokoh seperti itu. Penggunaan POV 1 membuat Seno lebih mudah untuk menjalankan tokoh demi tokoh, membuat diferensiasi satu tokoh dengan lainnya.

Si tokoh utama, sebenarnya muak dengan para tetangga. Seperti halnya kita pun sering dibuat  muak dengan sikap tetangga sebelah. Kebiasaan membuat sampah, berbicara dengan volume terlalu keras di telepon meskipun telah memakai speakerphone, kebiasaan mengundang teman lalu suara gelak tawa mereka menembus dinding-dinding yang kokoh, kebiasaan memamerkan materi sehingga rasanya setiap orang perlu tahu bahwa kulkas satu pintu sudah diganti dengan kulkas dengan lebih banyak pintu seperti yang diiklankan di televisi.

Sebenarnya, meninggalkan tetangga yang memuakkan dan pindah ke tempat lain hanyalah awal dari perputaran yang sama. Kita akan menemui tetangga baru dan hal-hal baru atau mungkin hal yang sama. Tidak kalah bikin penat. Apa mau dikata,  kultur kita mengajarkan untuk memuliakan tetangga.

 

Jogja, 5 Mei 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Latest from Bahas Cerpen

Partners Section:

best thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appfree iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8
error: All contents protected, please contact email below to copy
Go to Top

Powered by themekiller.com sewamobilbus.com caratercepat.com bemp3r.co