The Assassins (2012); Film Rumit Penuh Konspirasi Jahat

The Assassins (2012); Film Rumit Penuh Konspirasi Jahat
The Assassins (2012). Sumber gambar: IMDB

The Assassins (berjudul asli Tong que tai) rilis di negera asalnya, Cina, 26 September 2012, diputar perdana di Jogja Sabtu tengah malam lalu. Sebelum gue nulis, gue sedikit nyari bocoran ke IMDB.com, secara gue nggak hafal, nama-nama tokoh dalam film ini. Dan ternyata di IMDB.com tidak ditulis dengan lengkap. Oke, nggak pentinglah itu karena The Assassins menampilkan cerita yang rumit dan penuh konspirasi.

The Assassins agak bikin gue ribet karena menampilkan 2 subtitle, Inggris dan Indonesia. Kebayang kan gue kudu konsen ke teks yang berada di baris kedua sambil ngeliatin adegan dalam film. Dan jadilah gue keluar bioskop dengan setengah bingung tadi ending filmnya gimana ya? Karena setelah adegan si kanselir mau merebut tahta, ada teks panjang n cepet banget, gue nggak sempat baca (hahaha!).

Alasan gue nonton The Assassins (Tong que tai), selain versi 2D (Life of Pi juga film baru, sayangnya 3D), gue pingin lihat Chow Yun Fat setelah entah terakhir gue lupa dia main di film apa. Dia berperan sebagai Cao Cao penguasa di sebuah wilayah Cina yang di mata orang sangat kejam dan membuat pihak ibu kota yang dikuasai Dinasti Han sering merasa terancam. Kerajaan Cao Cao dan pusat sering berperang karena diam-diam ada pihak yang menginginkan kekuasaan. Cao-Cao memang memiliki armada militer yang sangat kuat. Itulah sebabnya ada sebuah gerakan rahasia mengumpulkan sejumlah anak-anak untuk dilatih shaolin dan membunuh, untuk membunuh Cao Cao

Dua orang yang juga masuk dalam pelatihan rahasia adalah Mu Shun (Hiroshi Tamaki) dan Ling Ju (Yifei Liu), mereka teman semasa kecil dan ketika besar sama-sama mencintai. Tapi mereka nggak bisa bersatu karena Ling Ju dikirim untuk melakukan pembunuhan Cao Cao dari dekat sementara Mu Shun adalah kasim kerajaan. Mereka diam-diam sering ketemu dan mesra-mesraan di dalam istana, ketika Cao Cao sedang tidur. Ling Ju pernah mencoba membunuh Cao Cao tapi gagal. Dia memang terlatih, tapi Cao Cao juga tidak gampang lengah.

Sepanjang film ceritanya tidak keluar dari berbagai konspirasi untuk menjatuhkan Cao Cao dan juga sang kaisar yang dipandang tidak pantas sebagai penguasa. Serang menyerang antar kerajaan membuat film ini seru ditonton sampai habis. Efek-efek yang sering kita lihat dalam film negeri tirai bambu pun dikeluarkan, yang paling keren itu ketika kerajaan Cao Cao diserang di suatu malam oleh pasukan yang menguasai teknik ninja, seperti bernapas dalam air, berjalan di atas tali, sampai memainkan pedang. Di sini banyak terlihat adegan penusukan tapi nggak terlihat seram, karena pasukannya memakai baju besi dan entah kenapa nggak sampai bikin gue merinding.

Cao Cao punya seorang putra bernama Cao Pi yang di sini dia punya misi untuk menjatuhkan kaisar, salah satu caranya adalah dengan menggoda si permaisuri. Dia tidak tinggal bersama Cao Cao tapi di ibu kota. Orang ini antagonisnya luar biasa, paling menyebalkan karena dia bisa mengorbankan orang-orang kerajaan demi kepentingannya sendiri. Dia juga punya ambisi untuk berkuasa, tapi dia nggak berani menumbangkan ayahnya sendiri.

Oh ya, tadi kan gue bilang kalau gue nonton film ini karena Chow Yun Fat, tapi gue akhirnya lupa akan hal itu dan gue bingung, dia jadi siapa di film ini. Mukanya itu kan nggak seperti Jacky Chan yang pake make up gimana pun tetep bisa dikenali. Dan ketika di akhir film gue baru ber-ooooooo ternyata dia ya si Cao Cao.

Oke, ini film yang ceritanya kompleks, tapi bagus menurut gue. Terlebih percintaan antara sepasang kekasih itu loh yang bikin emosi setengah mati. Apalagi ketika tanpa sengaja, Ling Ju menjadi penyebab kematian Mu Shun. Duh rasanya pingin nyakar-nyakar kursi deh. Mereka itu hampir aja bisa membebaskan diri dari Cao Cao tapi ternyata ya berakhir nggak happy ending.

 

My room, Yogyakarta, 7 Desember 2012, 07:17 AM

Leave a Response