The Avengers (2012); Film Sekumpulan Superhero dalam Satu Layar

The Avengers (2012); Film Sekumpulan Superhero dalam Satu Layar
The Avengers (2012). Sumber gambar: IMDB

The Avengers, bagi para penggemar film superhero,  boleh dibilang sebuah tontonan yang cukup menarik, meskipun ada yang merasa bahwa gregetnya sedikit berkurang karena begitu banyak tokoh yang tampil dalam satu layar. Apa pun itu, menurut gue, spesial efek yang ditonjolkan dalam film ini cukup mengagumkan dengan tingkat desktruksi yang sangat tinggi mulai dari awal film hingga menjelang akhir. Itu yang gue nikmati, bagaimana benda-benda yang begitu raksasa bisa hancur berantakan dengan suara yang luar biasa keras hingga orang di bangku sebelah gue kaget dan gue ikutan kaget pula. Meski hanya tipuan kamera, tapi cukup bikin deg-degan juga. Gue nonton yang versi 2D, pastinya jika versi 3D akan lebih heboh.

The Avengers adalah kolaborasi dari: Iron Man (Robert Downey Jr-Iron Man, Sherlock Holmes), Captain America (Chris Evans-Captain America, Ant Man), Hulk (Mark Ruffalo-Now You See MeThe Kids are All Right), Thor (Chris Hemsworth-Doctor Strange, Fantastic Four), Black Widow (Scarlett Johansson-Lucy, The Prestige), Hawkeye (Jeremy Renner-Hansel & Gretel, The Bourne Legacy).

Gue sih tidak terlalu terkesan dengan jalan ceritanya yang biasa, ya soal sebuah benda hebat yang kemudian jatuh ke tangan orang jahat lalu bermunculanlah manusia-manusia dengan berbagai kekuatan untuk merebut benda itu kembali. Di akhir cerita, pasti benda itu akan kembali ke tangan yang benar. Sesederhana itu. Tapi, gue lebih suka dengan sebuah proses uniting (apa benar penyatuan bahasa Inggrisnya seperti itu? Sudah, nggak usah dikoreksi) antara satu superhero dengan lainnya. Jangankan superhero, dalam kehidupan kita pun, yang namanya mengurangi ego masing-masing individu pasti susah. Yang paling susah bersatu dalam film memang Hulk, karena dia memang bermasalah dengan manajemen emosi. Tapi, di sisi lain, si raksasa hijau ini punya kekuatan yang sangat membantu timnya.

The Avengers dibuat tidak membosankan dengan adanya sisipan humor yang sesekali berat dan sesekali ringan. Berat karena kita bisa mendengar orang lain tertawa karena humor itu sementara kita nggak ngerti bagian lucunya di mana. Yang masuk kategori ringan, pastinya dengan hanya melihat sebuah adegan, kita bisa spontan ketawa.

Soal ending, menurut gue nggak begitu spektakuler. Entah kenapa, kurang istimewa (ya oloh kayak Cherrybelle). Gue emang berekspektasi lebih dari itu karena untuk sebuah film all stars, dengan antrean penonton yang panjang, dan kursi yang begitu cepatnya habis, sayang banget jika ditutup dengan sebuah adegan yang familiar. Cuma seperti itu aja

So, kalau gue kasih nilai, antara satu sampai sepuluh, mungkin enam deh. Buat gue, film superhero kolaborasi memang akan jauh lebih sulit membuatnya ketimbang satu superhero saja. Setuju atau nggak, itu terserah Anda.

Trailer The Avengers (2012):

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response