The Blacklist (2013-); Serial TV FBI yang Dibantu Penjahat

The Blacklist (2013-); Serial TV FBI yang Dibantu Penjahat
The Blacklist (2013-). Sumber gambar: IMDB

The Blacklist, serial ini menceritakan tentang Raymond Reddington seorang buronan FBI suatu hari menyerahkan diri begitu saja. Namanya tercatat sebagai salah satu kriminal yang selama 20 tahun menghilang. Kemunculannya tidak tanpa maksud. Sebagai seorang pelanggar hukum, Red menginginkan imunitas hukum. Sebagai imbalan, sebuah daftar hitam berisi para penjahat kelas berat yang bahkan tidak dikenal dan didengar FBI, bisa disentuh tentunya dengan seizin Red.

Melalui seorang agen yunior FBI, Elizabeth Keen, Red membuka satu per satu identitas dan cara kerja para kriminal setelah mendapatkan jaminan dirinya bebas melakukan aktivitas dalam pengawasan biro. Ada sebuah chip dengan teknologi mutakhir ditanam di lehernya.

Elizabeth Keen bukan seorang “bintang” maka menjadi pertanyaan dari mana Red mengenalnya. Rumah tangganya tidak dalam kondisi yang settle. Punya masa lalu buruk, ayahnya seorang kriminal yang berjuang melawan kanker hati, tangannya memiliki bekas luka bakar yang mengerikan. Trauma personal yang dialami Liz membuatnya tidak ingin memiliki anak, cukup dengan mengadopsinya. Semula, Liz dan Tom sepakat dengan rencana itu, sampai akhirnya Red terus merecokinya dengan fakta bahwa Tom punya rahasia sendiri. Bahwa lelaki yang berprofesi sebagai guru itu bukan orang baik-baik. Ide mengadopsi anak pun mulai mengganggu pikiran Liz.

Orang-orang dari Daftar Hitam Red mulai dibongkar. Red membocorkan rencana mereka, biar FBI yang mengurusi sisanya. Red tampil sebagai tokoh pahlawan hanya karena berpihak pada biro sementara penjahat yang mati maupun tertangkap adalah penjahat yang layak dibenci.

Jika pernah menonton serial The Mentalist, tentu ingat dengan tokoh pembunuh berantai Red John, maupun anggota FBI yang memiliki ayah seorang kriminal dan berusaha membantu tugas putri satu-satunya. Itulah sedikit kesamaan antara The Blacklist dan Mentalist. Sisanya, bisa dibilang tokoh Red ditampilkan terlalu berlebihan dengan keleluasaannya bisa ke mana-mana dengan jet pribadi dan melakukan transaksi besar dengan kriminal lainnya sehingga FBI bisa dibilang tidak menampilkan “taring” yang sesungguhnya.

 

Jogja, 1 Juni 2015

Leave a Response