The Brand New Testament (2015); Film Tentang Ulah si Anak Kedua Tuhan

The Brand New Testament (2015); Film Tentang Ulah si Anak Kedua Tuhan
The Brand New Testament (2015). Sumber gambar: IMDB

The Brand New Testament berjudul asli Le tout nouveau testament mendapatkan nominasi Best Motion Picture – Foreign Language di Golden Globes, Best Foreign Film di César Awards, dan Best French-Language Foreign Film di Lumiere Awards.

Bagaimana jika ternyata Tuhan punya 2 anak dan anak yang kedua berwajah imut namun berhasil mengacaukan dunia dengan membocorkan tanggal kematian semua umat manusia? Tenang, ini hanyalah sebuah film komedi bernuansa fantasi yang tidak perlu terlalu diperkirakan sebagai penistaan agama.

Dikisahkan bahwa Tuhan mengatur segalanya dengan begitu cermat. Seorang pria tua dengan komputer yang berisi segala ketentuan dalam kehidupan manusia dan file-file umat manusia yang tingginya sampai langit. Ruangan itu selalu dikuncinya, sepertinya takut jika istri yang tak pernah berbicara sepatah kata dan putri kecilnya masuk ke sana.

Tuhan adalah senang melakukan banyak eksperimen ketika menciptakan Brussels hingga akhirnya terpilihnya manusia sebagai makhluk yang tepat sebagai penghuni utama. Adam bertemu Eve, beranak pinak, sampai jumlah sebanyak sekarang.

JC alias Jésus Christ hanya berperan kecil di film ini. Membantu adiknya saat ingin melarikan diri demi mencari rasul tambahan. JC telah memiliki 12 rasul: Peter, James, John, Andrew, Philip, Bartholomew, Thomas, Matthew, James (putra Alphaeus), Thaddaeus, Simon the Zealot and Judas Iscariot. Ea, si anak bungsu, ingin menambahkannya sampai 18. Karena 18 adalah jumlah dari tim bisbol. Ibunya suka dengan olahraga itu.

Tujuan mencari rasul tambahan tidak lain adalah untuk membuat dunia lebih baik. Mulai pening? Mulai berkunang-kunang? Jangan dimatikan dulu komputernya.

Ea masuk ke dunia manusia dengan perantara mesin cuci. Sampailah dia di kota Brussels untuk melancarkan misinya. Dibantu seorang pria tunawisma bernama Victor untuk mencatat semua kisah tentang rasul-rasul baru. Jika di Perjanjian Baru, kira-kira isinya adalah perjalanan para rasul dalam mengajarkan ajaran agama, Perjanjian Baru Terbaru sedikit berbeda gaya.

Oh ya, sebelumnya, si Ea mengirimkan ke semua ponsel umat manusia tentang tanggal dan waktu tepatnya kematian masing-masing. Dalam hitung mundur. Di satu sisi, orang yang memiliki umur panjang akan sangat bahagia, tapi mereka yang berumur pendek menjadi depresi. Bayangkan ketika hidupmu hanya tinggal hitungan detik, dan ternyata mati pun tragis. Sementara mereka yang berumur panjang, berusaha membunyikan dirinya memang belum akan mati dengan kegilaan-kegilaan yang tak masuk akal. Kematian adalah sesuatu yang menakutkan manusia. Maka biarkanlah tetap menjadi rahasia langit saja.

Bertambahnya rasul-rasul, maka otomatis pula bertambah pula gambar pada lukisan The Last Supper karya Leonardo da Vinci. Martine, yang tetap tinggal di rumah sementara suaminya mencari keberadaan putri mereka, mengetahui hal itu. Tidak ada yang dapat dilakukannya.

Satu per satu orang yang telah dipilih Ea pun menceritakan kisahnya. Saya pikir, 6 orang itu adalah mereka yang hidup sendirian. Rupanya tidak juga. Yang berkeluarga pun ada, namun kehidupan mereka tidak bahagia. Ada pula seorang anak yang ditakdirkan hidupnya tak lama lagi dan memilih berpakaian seperti perempuan.

Tuhan yang sampai di bumi malah menemui nasib sial. Dia dianggap gila, racauannya tidak masuk di akal manusia dan akan dideportasi. Maklum, Tuhan tidak punya kekuatan tanpa komputer dalam ruangannya itu.

Boleh jadi, di mata Tuhan, Ea telah melakukan kekacauan besar. Tapi bagi beberapa orang, itu merupakan titik balik untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Trailer The Brand New Testament:

Jogja, 4 Maret 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response