The Duke of Burgundy (2014); Film Percintaan Pembantu dan Majikan

The Duke of Burgundy (2014). Sumber gambar: IMDB

The Duke of Burgundy adalah nama spesies kupu-kupu. Mewakili dua tokoh utama di dalam film LGBT berdurasi 104 menit yang mencintai kupu-kupu. Sebelum masuk ke dalam cerita, sebagai intermezzo, The Duke of Burgundy berhasil masuk nominasi Politiken’s Audience Award 2015, memenangkan Best Production Design Chlotrudis Award 2016, European Composer di European Film Award 2016, dan sejumlah lainnya. Cannes? BAFTA? Sepertinya belum beruntung.

The Duke of Burgundy adalah sebuah karya dengan alur yang rumit. Sepanjang menonton film ini, saya sambil membuka sejumlah ulasan media untuk tahu, apa yang sebenarnya ingin diceritakan. Tidak banyak membantu. Saya pun akhirnya mencoba mencernanya pelan-pelan dengan kemampuan sendiri.

Jika menyukai genre erotika hingga memunculkan beragam fantasi dalam kepala, The Duke of Burgundy menyajikannya, tanpa ada ketelanjangan. Jika ingin yang telanjang, tonton saja The Handmaiden.

Evelyn (Chiara D’Anna) adalah seorang pembantu yang baru saja bekerja pada Cynthia (Sidse Babett Knudsen) seorang ahli kupu-kupu. Masuk dalam kehidupan Cynthia yang penuh misteri tidak pernah dibayangkan Evelyn sebelumnya. Tidak hanya itu, sang majikan selalu mencari-cari alasan untuk menghukum Evelyn.

Sumber gambar: youtube.com

Jenis hukuman yang diberikan si majikan bukanlah yang bersifat fisik. The Duke of Burgundy sama sekali bukan tentang penyiksaan pembantu rumah tangga. Hukuman-hukuman yang diberikan si majikan membuat keduanya memiliki hubungan lebih dari seharusnya. Hubungan cinta yang erat, yang membuat kita menarik napas dalam-dalam.

Di tengah-tengah kesuraman yang dihadirkan sepanjang film ini, ada energi kehangatan dari keduanya. Dari berbagai kebingungan berbagai perulangan adegan, kedunya semakin tidak terpisahkan. Ada yang menyebut ini adalah versi lain dari 50 Shades of Grey. Kebetulan keduanya dirilis dalam waktu berdekatan. Tapi saya sih tidak sepakat. Ini jauh lebih membuat penasaran ketimbang 50 Shades yang hanya menang di rumor film erotis terpanas tapi kenyataannya tidak.

Permainan dominasi majikan dan pembantu dikemas dengan apik oleh sutradara Peter Strickland. Evelyn harus rela dirinya diikat, diduduki, hingga dikurung dalam kotak oleh si majikan, lalu kemudian mereka bercinta selayaknya sepasang kekasih. Bagi beberapa orang, menganggap ini sebuah kelainan seks. Tapi jika setiap pasangan menikmatinya, kenapa tidak? Apa sih yang benar-benar normal di dunia ini?

Trailer The Duke of Burgundy:

 

Jogja, 12 September 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response