The Florida Project (2017); Kisah Bocah-Bocah Tukang Rusuh di Motel

in Film by
The Florida Project (2017); Kisah Bocah-Bocah Tukang Rusuh di Motel
The Florida Project (2017). Sumber gambar:

The Florida Project sempat dinominasikan di ajang Golden Globes 2018, hanya saja kategori Best Performance by an Actor in a Supporting Role in a Motion Picture tidak berhasil dibawa pulang. Yeah seminggu lalu berhubung sedang pulang kampung, jadi baru sempat nonton sekarang deh.

Film berdurasi 111 menit ini disutradarai oleh Sean Baker, yang sebelumnya menggarap Tangerine—yang saya belum sempat nonton tapi sepertinya sempat punya bajakannya. Didistribusikan oleh A24 Films, yang sukses mengantarkan Lady Bird dan The Disaster Artist di sejumlah penghargaan bergengsi.

Dibintangi oleh aktris-aktris cilik superlucu dan sangat keren aktingnya, ada Brooklynn Prince sebagai Moonee tukang rusuh banget, seneng main, mudah bergaul, tapi sayang mama; Christopher Rivera sebagai Scooty yang di awal hingga pertengahan film menjadi kawan main Moonee sampai mama-mama mereka berantem, Aiden Malik sebagai Dicky yang gegara kenakalan kedua kawannya dihukum sang ayah, dan Valeria Cotto sebagai Jancey yang akhirnya menggantikan posisi Scooty yang dilarang bermain dengan Moonee lagi. Masih ada sih anak-anak lain, tapi mereka tidak memegang peran penting.

Sementara tokoh dewasanya ada  Bria Vinaite sebagai Halley—mama muda single kece tatoan, perokok rambutnya dicat biru sumpah keren abis, dan dia nyari duit mulai dari jual parfum sampai jual diri; Willem Dafoe sebagai Bobby si manajer hotel yang sudah terbiasa dengan tingkat para penghuni motel yang nggak cuma anak-anaknya suka bikin ulah tapi orang tuanya juga; dan Mela Murder sebagai Ashley ibunya Scooty yang bekerja di sebuah restoran kecil, sempat berteman baik dengan Halley, dan sayang anak.

The Florida Project dipenuhi dengan kata-kata umpatan, tapi itu keluar tidak hanya dari mulut-mulut orang dewasa seperti di film Three Billboards Outside Ebbing, Missouri, anak-anak tengil ini juga mengucapkannya dengan ringan. Tidak ada satu pun penghuni motel yang keberatan dengan hal tersebut. Tidak ada yang ambil pusing.

Moonee dan Scooty sedang libur musim panas. Banyak keluarga lain yang juga menempati kamar-kamar yang harganya cukup terjangkau. Letak kawasan motel itu tidak jauh dari Disney World di Orlando. Hotel itu bukan rekaan, itu beneran hotel. Bangunan motel yang adalah memanjang dan bertingkat. Ada halaman luas di depannya. Bangunannya berwarna ungu. Tapi Jancey tinggal di penginapan lain. Awal pertemanan Moonee dan Scooty dengan Jancey adalah ketika suatu hari, anak-anak rusuh ini iseng banget meludahi mobil neneknya Jancey. Sebenarnya ada Dicky juga, tapi Dicky sudah langsung dihukum bapaknya. Sang nenek pun melaporkan pada Bobby yang bertanggung jawab penuh atas penginapan. Ini bukan pertama kalinya si manajer hotel mendapat keluhan atas kelakuan buruk anak-anak itu. Dia selalu dengan kesabaran penuh berusaha menyelesaikan masalah. Karena sabarnya itulah masalah sepertinya selalu datang. Tapi, di sisi yang lain dia pun bisa diandalkan dalam menangani masalah teknis di motel.

Moonee merupakan bintang utama. Anak perempuan berusia 6 tahun ini membuat kita tidak hanya kesal dengan apa pun yang dia dan teman-temannya lakukan, tapi juga gemas karena sisi kekanakannya masih sangat kuat. Ibunya pun tipe ibu yang sangat perhatian pada anaknya. Melindungi anaknya. Dia mencari uang dengan menjual dirinya sekalipun, tanpa pernah ingin anaknya terlibat di dalamnya. Halley tidak pernah memukuli anaknya, senakal-nakalnya perbuatan Moonee. Dia punya cara parenting yang berbeda dari yang mungkin selama ini kita tahu sehingga Moonee seolah tidak pernah peduli jika dia tidak punya ayah, siapa ayahnya, siapa saja lelaki yang tidur dengan ibunya. Tiap kali ibunya mengundang lelaki kliennya, Moonee selalu di kamar mandi, bermain sendirian di bak mandi.

Kekompakan ibu dan anak juga terlihat pada Ashley dan Dicky. Hanya saja, Ashley masih memiliki level toleransi yang lebih rendah dari Halley. Terbukti, ketika dia mencium ada ketidakberesan pada diri putranya, ketika ada kebakaran di kondo tua tidak jauh dari motel, dia langsung bisa mengetahui jika putranya terlibat dan Moonee pasti ikut terlibat di sana. Ashley menghukum anaknya, bahkan dirinya sendiri dengan menjauhi Halley dan Moonee. Padahal kedua mama muda ini sebelumnya sangat akrab, mereka sering keluar malam dan bersenang-senang. Sejak saat itu, keduanya menjaga jarak, dan Halley tidak pernah tahu apa penyebabnya. Dia sangat marah, tapi Ashley tidak kunjung memberi tahu.

The Florida Project ditutup dengan ending W, alias WHAT??!! Tanpa terasa di saat klimaks dan polisi dan dinas sosial mulai terlibat dalam hubungan ibu dan anak, film ini diakhiri begitu saja dan membiarkan kita berimajinasi sendiri akan seperti apa kehidupan Halley dan Moonee kelak.

Trailer:

Jogja, 14 Januari 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*