The Godfather Trilogy; Film Mencekam Tentang Mafia Italia

The Godfather Trilogy; Film Mencekam Tentang Mafia Italia
The Godfather Trilogy. Sumber gambar: IMDB

The Godfather Trilogy, film legendaris yang tidak hanya mengangkat nama Al Pacino tapi juga berjaya di berbagai ajang penghargaan film sekelas Academy Award.

The Godtafher mengangkat kehidupan salah satu dari keluarga lima mafia Italia yang berkuasa di New York. Sang kepala keluarga adalah Don Vito Corleone, seorang imigran dari Sisilia yang melarikan diri dari kampung halamannya tidak lama setelah ayahnya yang dibunuh oleh mafia di sana. Sejarah hidup Vito Corleone diangkat pada The Godfather part 2, yang dirilis 2 tahun setelah bagian yang pertama.

Orang Italia menganggap dirinya sebagai salah satu bangsa yang membangun Amerika dari zaman nenek moyang, itulah yang membuat mereka merasa wajar jika berkuasa di sana. Mereka menjalankan bisnis keluarga yang tidak jauh dari minuman keras dan perjudian, bisnis yang legal. Maraknya perdagangan obat bius membuat keluarga-keluarga mafia ini pun terbagi menjadi dua kubu, satu yang anti, satunya lagi tergiur dengan keuntungan besar yang akan didapatkan. Vito adalah pihak yang selalu menentang perdagangan narkotika.

Intrik yang terjadi di dalam keluarga Corleone diwarnai oleh pengkhianatan-pengkhianatan, bahkan antara kakak-beradik putra Vito, yaitu Sonny-Fredo-Michael-Connie. Hal ini menjadi suatu yang wajar. Don Vito terbiasa dekat dengan orang-orang yang di belakangnya sebenarnya adalah musuh, tapi tidak berarti harus dimusnahkan. Beda pemikirannya dengan Sonny si anak tertua yang terlalu cepat naik darah dan selalu ingin membunuh.

Fredo adalah putra Vito yang tidak begitu bisa diharapkan. Tidak memiliki karisma yang membuatnya sanggup ditakuti orang lain sebagai calon don berikutnya. Sementara Michael memilih jalan lain, ia masuk militer dan ikut berperang membela negara. Connie adalah perempuan yang naif, menikah denga seorang pria yang bertemperamen keras.

Godfather adalah panggilan dari para sahabat untuk Don Vito yang begitu loyal. Mereka datang untuk menyampaikan permasalahan yang tidak jauh-jauh dari menyelesaikan masalah yang tampaknya sukar untuk ditangani sendiri.

Seorang Godfather memiliki karakter yang tenang dan berdarah dingin. Dengan mudahnya ia bisa memerintahkan orang-orangnya untuk membunuh tanpa meninggalkan jejak sama sekali. Don Vito pun memiliki penasihat seorang pengacara berdarah Irlandia-Jerman bernama Tom Hagen.

Konflik-konflik antarkeluarga mafia memang seakan hanya menunggu titik puncaknya. Selama ini mereka saling menahan diri hingga peristiwa di mana Don Vito mati tertembak saat membeli buah. Kepemimpinan kemudian diteruskan oleh Sonny, tapi tidak lama karena kecerobohan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.

Michael yang lalu muncul sebagai Godfather yang tidak terduga. Dia yang selalu menjauh dari kehidupan mafia, akhirnya menceburkan dirinya lebih dalam lagi. Kehidupan keras membuatnya mulai terbiasa dengan pengkhianatan orang dalam. Orang kepercayaannya tinggallah Tom, sang pengacara.

Michael menikah dengan Kay, seorang gadis Amerika yang tahu bahwa kekasihnya datang dari keluarga yang dekat dengan kriminalitas. Mereka menikah setelah Michael kembali dari Sisilia dalam rangka melarikan diri setelah melakukan sebuah pembunuhan. Istrinya pun mati dalam mobil yang dipasang oleh seorang pengawal Michael yang berkhianat.

Dari pernikahannya dengan Kay, lahirlah Anthony dan Mary. Anthony tumbuh menjadi seorang pemain opera dan Mary menjadi seorang pemilik yayasan yang beratas nama sang kakek.

Sebagai seorang Godfather, Michael pun menjadi sosok yang tidak kalah berdarah dingin dibandingkan Don Vito, tapi semua kejahatannya tidak pernah diketahui oleh pihak keluarga, hanya dugaan-dugaan belaka, termasuk soal kematian Fredo. Kakaknya ini telah ketahuan bekerja sama dengan musuh dan bisa diduga jika nyawa menjadi taruhannya.

Maka tinggallah si adik bungsu Connie hingga The Godfather part 3. Ia sama sekali tidak punya kekuatan seperti Michael, ya perempuan memang tidak memiliki kekuatan di dalam struktur para mafia ini, selain sebagai istri dan ibu dari anak-anak. Tidak ada satu pun Don yang berjenis kelamin perempuan.

Satu hal positif dari sorotan tentang keluarga mafia yang diangkat dalam film ini adalah bahwa kecintaan terhadap keluarga jauh melebihi kecintaan terhadap negara. Michael sangat mencintai istri dan anak-anaknya, begitu pula Don Vito. Michael bahkan mencintai Kay sampai mereka tua dan anak-anak mereka besar. Michael di balik kekejaman yang sudah ia lakukan kepada musuh-musuhnya, adalah seorang ayah yang sangat hangat dan pelindung bagi anak-anaknya.

 

Jogja, 15 Februari 2015

Leave a Response