The Grand Tour (2016-); Serial TV Ulasan Mobil-Mobil Sport Berkemasan Kocak

The Grand Tour; Serial TV Ulasan Mobil-Mobil Sport Berkemasan Kocak
The Grand Tour (2016-). Sumber gambar: IMDB

The Grand Tour season 1 mulai ditayangkan bulan November 2016 ke dalam 13 episode. Jika suka dengan mobil-mobil sport hibrid, setidaknya mengagumi keindahan dan tampilan elegan dari sejumlah keluaran Porsche, MBW, Aston Martin, Ford, dan beberapa lainnya, coba duduk manis dan ikuti keasyikan 3 pembawa acaranya saat berada di balik kemudi lalu mengulas sejumlah kelebihan dan kekurangan mobil yang mereka tunggangi. Maupun saat ketinganya mengundang audiensi berkumpul dalam tenda hijau dengan jendela plastik lebar untuk melihat situasi di luar maupun menyaksikan sejumlah selebritis yang diundang, mengalami kejadian tragis hingga gagal masuk ke dalam tenda. Ya, acara yang sudah dibeli hak siarnya oleh Amazon ini memang tidak jauh-jauh dari nuansa komedi hingga sindir-sindiran antar ketiga pembawa acaranya. Siapa saja sih mereka? Saatnya mengintip ke Wikipedia.

Jeremy Clarkson

Yang pertama ini adalah seorang jurnalis dan penulis spesialis otomotif. Sebelum The Grand Tour, acara seputar dunia mobil tersebut bernama Top Gear yang dikelola oleh BBC. Maka tidak heran jika nuansa Inggrisnya masih sangat kental. Tidak hanya dari logat bicara, namun juga sinisme terhadap Amerika Serikat. Dua media yang sering menayangkan tulisan Clarkson adalah The Sunday Times dan The Sun. Sebagai The Smart One dalam The Grand Tour, dia ibarat leader dan punya gagasan yang gila. Salah satunya ketika mereka berkompetisi dalam environmental car (episode 4), dialah memakai bahan tulang dan daging binatang sebagai bodi mobil. Dan ketika beberapa bagian mobilnya copot akibat menabrak tembok, dia menggantinya dengan daging segar yang lalu dikerubungi lalat dan dimakan belatung.

James May

Karakter James May saya sebut sebagai The Comfort Zone Man. Dia tipikal yang santai, bukan pengebut gila seperti dua kawannya. Di episode perdana, ketika Clarkson dan Hammond selesai mengetes Porsche dan McLaren, dia datang mengendarai truk berisi Ferrari dengan 950 horsepower. Mengapa dia harus menyimpannya dalam truk, sebab tidak ada plat nomornya untuk bisa dipakai di jalan raya biasa, tidak hanya sirkuit Algarve. Lain waktu, di episode environmental car, dia membuat mobil dengan bodi dari tanah liat yang berat. Belum jalan jauh, satu per satu bagiannya runtuh dan digantikan dengan batu bata buatan sendiri. Dia pernah bekerja di sejumlah media, antara lain The Engineer, Autocar, England Made Me in Car Magazine, The Daily Telegraph.

The Grand Tour; Serial TV Ulasan Mobil-Mobil Sport Berkemasan Kocak 2
Sumber gambar: IMDB

Richard Hammond

Saya sebut dia The Joker Man. Iseng, kocak, bandel, humoris. Diawali dengan “paling”. Seorang jurnalis otomotif yang juga kolektor sejumlah motor produksi Ducati, Kawasaki, dan Suzuki. Seorang penulis yang tidak jauh-jauh dari dunia mobil dan motor, hingga ditulisnya juga buku untuk anak-anak. Salah satu hal kocak yang saya sukai darinya adalah pilihan-pilihan mobilnya yang berbeda dari kedua rekannya. Saat di Italia, dia memilih menunggangi Dodge Challenger SRT Hellcat yang sangat sporty dengan mesin turbo yang menggeram buas. Sementara May dan Clarkson menjatuhkan pilihan pada 2 mobil elegan yang sesuai dengan nuansa Viena, yaitu Rolls-Royce Dawn dan Aston Martin DB11. Hammond menyertakan dua truk berisi ban cadangan karena bannya cepat hancur saking seringnya bermain drifting “donat”. Dia sengaja memperdengarkan suara mesin dan decitan bannya ketika Clarkson dan May sedang menikmati pertunjukan. Selalu seperti itu, tapi bagi saya, dia mewakili kebengalan para pria, tapi tidak asal bengal.

Selain mencobai mobil-mobil sport keluaran baru, menguji kelebihan dan menemukan sejumlah kekurangan, mereka juga berusaha mengundang bintang tamu, tapi tidak pernah berhasil. Hanya sebagai bahan bercandaan mereka saja. Ada pula sesi mereka membahas hal-hal lain seperti lampu lalu lintas dengan simbol-simbol yang bisa dimaknai sebagai homoseksualitas. Mereka pernah juga mengikuti latihan pasukan khusus di Jordania di mana mereka menjalani stimulasi yang haru diulang ketika salah satunya tertembak. Berakhir dengan epic dan seperti menonton Edge of Tomorrow.

Saya sih bukan seorang pencinta mobil. Banyak hal yang tidak saya ketahui tentang sistem KERS, horsepower, mill per gallon. Tapi, biarkan saja itu untuk konsumsi para pencinta sejati. Pertunjukan 3 mobil sport dan 3 pria berpengalaman ini sudah lebih dari cukup.

Trailer The Grand Tour:

Jogja, 27 Maret 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response