The Hours (2002); Film Tentang Kehidupan Penuh Rahasia Virginia Woolf

The Hours (2002); Film Tentang Kehidupan Penuh Rahasia Virginia Woolf
The Hours (2002). Sumber gambar: IMDB

The Hours, film LGBT ini membagi penonton kepada 3 titik fokus pembicaraan. Virginia Woolf, seorang penulis klasik asal Inggris yang diliputi gangguan depresi dan halusinasi semasa menuliskan novel mahakaryanya, Mrs. Dalloway. Tokoh ini diperankan Nicole Kidman dengan hidung palsu kebanggaannya. Yang kedua adalah Laura Brown, seorang ibu rumah tangga yang merasa gamang dengan kehidupannya, diperankan oleh Julianne Moore. Yang ketiga adalah Clarissa Vaughan, seorang perempuan mapan yang juga merasa gamang selagi mempersiapkan sebuah pesta untuk seorang sahabat dekatnya. Diperankan oleh Meryl Streep.

Pembagian porsi cerita semacam ini bagi saya pribadi membuat banyak pertanyaan yang berserakan di dalam kepala, sehingga saya harus mencari informasi lain setelah menonton filmnya. The Hours seharusnya memberikan porsi besar kepada salah satu tokohnya. Setidaknya, saya tidak perlu bertanya mengapa Virginia Woolf merasa depresi dengan hidupnya hingga mengakhiri hidup. Sedikit penjelasan bahwa selama ini, dia mengalami halusinasi, sering berbicara sendiri, dan terjebak dalam dunianya sendiri. Memang akhirnya semua itu bermuara pada tokoh Mrs. Dalloway seakan menggambarkan alter ego penulisnya. Anggap saja begitu, walaupun tidak melulu sebuah karya merupakan “darah daging” si penulis. Penulis boleh saja menuliskan sesuatu yang sama sekali tidak terkait dengan dirinya kan?

Berpindah ke Laura Brown. Seorang ibu rumah tangga kalangan menengah, dengan suami yang baik dan putra yang sangat tampan. Kegelisahannya sedikit terjawab ketika dirinya dikunjungi oleh si tetangga. Inilah yang membuat saya paham, inilah bibit permasalahan. Depresi haruslah punya penyebab. Tidak ada orang yang mendadak kehilangan kewarasan. Termasuk dengan merasakan cinta yang kuat tapi tak mungkin. Terlebih dengan apa yang telah ada di tangannya sekarang. Dan sosok Laura Brown ini begitu hanyutnya dengan novel Mrs. Dalloway. Nah, mulai muncul benang merah. Dan dugaan-dugaan.

Tokoh Clarissa Vaughan adalah pelengkap dari 2 kisah sebelumnya. Saya lama sekali mencari tahu, apa yang menghubungkan mereka bertiga. Mustahil yang satu ini hanya sebagai cerita tambahan tanpa maksud. Clarissa yang gamang. Sepuluh tahun hidup dengan pasangan lesbiannya, Sally Lester. Sehari-hari dia merawat seorang pria kurus pengidap AIDS dan rencananya, untuk pria itulah pesta ia adakan. Pria yang hampur putus asa dengan nasibnya sendiri.

3 Cerita, 3 perempuan, 3 bunuh diri. The Hours boleh saja disimpulkandemikian. Bunuh diri karena cinta yang gamang. The Hours nyaris membawa pulang 2 Oscar jika saja Nicole Kidman tidak memakai hidung palsu yang membuatnya semakin mirip dengan sosok Virginia Woolf. Saya pun baru tahu ada aturan keras dalam hal editing digital untuk menghaluskan make-up si artis.

The Hours adalah film yang membuat Nicole Kidman berhasil membawa pulang Oscar sebagai pemeran utama. Menyusul Meryl Streep yang kini mengantongi 3 Oscar untuk film Kramer vs Kramer, Sophie’s Choice, dan The Iron Lady. Mendahului Julianne Moore dalam film Still Alice di tahun 2015

Trailer The Hours:

 

Jogja, 13 November 2015

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response