The Intern (2015); Film Tentang Pegawai Magang yang Penuh Simpati

The Intern (2015); Film Tentang Pegawai Magang yang Penuh Simpati
The Intern (2015). Sumber gambar: IMDB

The Intern mempertemukan sang aktor penerima dua Oscar Robert De Niro (The Godfather: Part II) dan aktris muda dengan satu piala Oscar, Anne Hathaway (Les Miserables) di satu layar. Robert De Niro memerankan tokoh Ben. Seorang pensiunan tua yang mencoba pengalaman baru menjadi karyawan magang di sebuah toko baju online yang dimiliki oleh Jules (Anne Hathaway). Ben dulunya adalah seorang pekerja yang ulet, penampilannya sangat rapi. Waktu telah mengubah banyak, termasuk peran teknologi. Jika dulu orang masih membutuhkan buku telepon, sekarang tinggal google saja. Jika Ben mewakili generasi lama, Jules adalah cerminan manusia masa kini. Jules mengandalkan perkembangan dunia teknologi untuk menjual produk-produknya. Dia tidak mempunyai toko, melainkan mengandalkan situs resmi dan sejumlah jejaring sosial. Jangan heran jika kehidupannya tidak jauh-jauh dari gadget.

Kehadiran Ben bersama karyawan magang lainnya adalah sebuah terobosan baru, namun Jules tidak begitu sependapat dengan rekannya. Dia yang seharusnya melibatkan Ben dalam kesibukannya, tapi toh nyatanya Ben hanya duduk di meja kerja menunggu tugas dan tidak kunjung ada. Ben akhirnya berinisiatif untuk membantu orang lain ketimbang berdiam diri. Dia tidak terbiasa bermalas-malasan. Lama-kelamaan Jules pun menaruh kepercayaan padanya. Lama-kelamaan, Ben pun tahu segala permasalahan sang atasan yang terlihat amat tangguh di depan orang.

Di balik ketangguhan Jules, ada beban batin begitu berat. Jules bukan tipe perempuan yang gemar menghabiskan waktunya untuk curhat dan mengeluh. Dia menyimpan semuanya sendirian, dalam kebisuannya. Di balik sosok suami yang bersedia menukar peran dengannya, ada kebutuhan yang terabaikan. Tidak ada yang salah dengan menjadi bapak rumah tangga, yang menyerahkan urusan mencari nafkah pada sang istri. Tapi bagaimana dengan datangnya godaan dari sana-sin? Bagaimana dengan kesetiaan seorang suami selama Jules tidak berada di rumah? Masihkah sama seperti sebelum Jules memulai bisnisnya? Apakah Jules memang perlu menyerahkan tahtanya pada seorang CEO agar segalanya kembali seperti semula? Agar kesibukannya tidak lagi menjauhkannya dengan keluarga? Tapi apakah itu benar-benar akan membuat sebuah retakan besar yang sedang terjadi hilang sama sekali? Semudah itu? Sesederhana itu?

Ben berada di posisi tidak mengenakkan ketika melihat dengan mata kepala sendiri, ada sebuah pengkhianatan yang pastinya akan sangat menyesakkan Jules. Di satu sisi, itu urusan rumah tangga orang. Di sisi lain, dia mulai menyayangi Jules seperti putrinya sendiri. Bagaimana dia bisa bersikap biasa? Bagaimana dengan nuraninya? Bagaimana jika itu terjadi pada putrinya sendiri? Sementara dia hanyalah seorang karyawan magang yang hanya beberapa saat di sana.

Di sisi yang lain, Ben mendapatkan kebahagiaan dari sosok teman kerjanya yang seorang pemijat andal bernama Fiona (Rene Russo). Usia mereka terpaut tak begitu jauh. Dengan perempuan inilah Ben merasakan jatuh cinta lagi. Sebelumnya, ada seorang perempuan yang dekat dengannya, tapi tidak mengarah pada cinta.

Ada adegan dalam The Intern yang membuat saya menitikkan air mata. Percakapan antara Jules dan suaminya menjelang film berakhir. Dan saya benci terlalu terbawa emosi hanya karena sebuah film, tapi itu kejadian.

The Intern adalah sebuah film komedi yang tidak hanya akan membuat penonton tersenyum tapi juga menyepakati arti sebuah komitmen.

Trailer The Intern:

 

Jogja, 10 September 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response