The Intervention (2016); Film Tentang Pernikahan yang Harus Diakhiri

The Intervention, film LGBT yang ditulis dan disutradarai oleh aktris Clea DuVall (But I’m a Cheerleader, Argo) dan memegang peran sebagai Jessie.

Setiap orang punya sahabat. Terkadang saking sayangnya, dia tidak bisa melihat sahabatnya menderita. Padahal, penderitaan itu boleh jadi sebuah proses dalam kehidupan yang justru mendewasakan diri. Tidak seperti apa yang dilihat orang. The Intervention ingin menyampaikan pesan itu dari empat pasangan yang bersepakat datang ke rumah milik keluarga Jessie yang menjadi basecamp mereka.

Pasangan pertama adalah Annie dan Matt. Mereka berpacaran sudah cukup lama. Tanpa alasan yang benar-benar jelas, Annie selalu meminta pernikahan mereka ditunda. Matt dengan sabar menuruti permintaan kekasihnya. Menunggu dan terus menunggu suatu saat, Annie benar-benar mantap ingin menjalin hubungan dengan lebih serius, lalu punya anak dari pernikahan itu. Selain masih ragu dengan pernikahan, Annie juga memiliki masalah serius dengan alkohol, terlebih di kala dirinya mengalami stres. Jika sudah minum, susah dihentikan. Annie menganggap Ruby sebagai kakak sendiri. Dialah orang yang paling bersikukuh agar bercerai dari Peter.

Pasangan kedua, Peter dan Ruby (Coby Smulders-How I Met Your Mother). Pasangan ini sering cekcok bahkan di depan umum dan mengalami fase dingin dalam hubungan rumah suami istri. Pernikahan mereka sudah menghasilkan 3 anak, yang paling besar usia 8 tahun. Mereka inilah yang mendorong Annie untuk mengumpulkan teman-temannya. Kedua orang ini tidak pernah berselingkuh. Mereka hanya dalam fase hampa dalam hubungan. Selalu ada saja yang memancing keduanya berdebat tentang hal-hal yang tidak penting. Tapi, hubungan yang sangat lama itu seperti masih memiliki harapan. Jika keduanya menginginkan demikian.

Pasangan ketiga adalah Jessie dan Sarah (Natasha Lyonne-Orange is the New Black). Tiga tahun menjalin hubungan, masih baik-baik saja, masih mesra. Satu-satunya pasangan lesbian yang malah mendapatkan konflik dengan hadirnya seorang gadis muda. Jessie menyukai perempuan yang lebih muda. Dia berpacaran dengan Sarah namun tinggal terpisah. Dengan alasan, Jessie sangat independent. Sarah adalah seorang biseksual. Sebelum dengan Jessie, dia berpacaran dengan lelaki. Ada scene di film ini yang menegaskan bahwa dirinya masih menyukai laki-laki. Dan dia tipikal perempuan yang menarik dan membuat pria senang flirting, meski tidak ditanggapi.

Pasangan keempat, Jack dan Lola (Alia Shawkat-Arrested Development). Lola adalah gadis yang sangat muda dan senang mencari pengalaman baru. Sempat menggoda Jessie ketika ada kesempatan. Jack dan Lola selalu pamer kemesraan di depan teman-teman Jack. Bukannya membuat iri, tapi bikin mual. Maklum mereka sudah lewat masa muda yang penuh gelora bercinta. Jack dan Lola pasangan nomaden yang belum memutuskan di mana mereka akan menetap. Lola pun dianggap belum bisa serius menjalani hubungan.

Bertemunya 8 orang ini di satu rumah tidak lain untuk mendorong Ruby agar menceraikan Peter. Apa pun caranya, pernikahan mereka sudah dianggap menemui jalan buntu. Namun siapa sih yang punya hak untuk memisahkan pasangan yang sudah menikah hanya karena sedang bermasalah? Di satu sisi, Ruby merasa dirinya berada di tahap putus asa. Peter sangat dingin. Di tengah keceriaan mereka, tinggal menunggu waktu untuk mengungkapkan tujuan sebenarnya. Intervensi ini tidak berjalan sesuai rencana. Ada saja kejadian yang membuat situasi menjadi kehilangan timing.

Ada beberapa goof yang sempat saya tangkap tanpa sengaja. Isi botol minuman yang dibawa Peter saat marah, ketika di scene berikutnya bertambah banyak. Lalu ketika adegan Peter dan Ruby berada di taman tempat kenangan mereka berdua setelah Ruby berbicara dengan Lola, adalah adegan yang aneh. Kapan Peter pergi dan kenapa? Dan seberapa jauh sih memangnya? Saya juga memperhatikan, mereka semua tidak mandi sejak tiba di rumah itu sampai makan malam. Lalu, adegan setelah Jessie dan Sarah nyebur ke danau, mereka tidak ganti baju dan hanya duduk-duduk sampai malam di meja itu. Wow. Adegan ketika Ruby marah dan mengurung diri di dalam rumah, dan semua orang di luar seolah mereka tidak bisa masuk rumah tanpa mengusik Ruby. Bukankah ada pintu belakang? Lalu di pagi hari ketika Peter di dapur dengan begitu banyak roti, kapan dia membuat semuanya, dan akhirnya tidak jadi dibawa naik kapal karena Ruby tidak mau ikut? Wow yang kedua.

Tapi, meskipun banyak pertanyaan  saya seputar kontinuitas alur dan logika cerita, The Intervention berhasil memenangkan Special Jury Prize Sundance Film Festival 2016. Congratulations!

Trailer The Intervention:

 

Jogja, 17 Desember 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response