The L Word (2004-2009); Serial TV Kehidupan Kaum Lesbian Los Angeles

The L Word (2004-2009); Serial TV Kehidupan Kaum Lesbian Los Angeles
The L Word (2004-2009). Sumber gambar: moviepostershop.com

The L Word adalah salah satu serial TV yang berani dengan terang-terangan mengangkat kehidupan kaum lesbian sebagai tema besarnya. Tidak ada kata nanggung untuk The L Word sebagai sebuah representasi sebuah komunitas minor di Amerika. Ada banyak penulis yang terlibat selama masa tayang di tahun 2004-2009, seperti Ilene Chaiken (juga menulis skenario serial TV Empire), Angela Robinson (Girltrash, D.E.B.S), Guinevere Turner (Bloodrayne, Go Fish), dan beberapa lagi lainnya.

Apa yang tebersit dalam pikiran Anda ketika mendengar kehidupan kaum lesbian? Sesuatu yang berbau seks? Konflik batin? Konflik percintaan? Kasus hukum? Adopsi anak? Tidak hanya itu yang diangkat ke dalam rangkaian cerita. The L Word memasukkan hal-hal kompleks di dalamnya dan mengalami pertumbuhan cerita. Di season 1, ada beberapa tokoh kunci yang kemudian berlanjut ke season selanjutnya. Ada pula yang hanya dikontrak beberapa season.

Tina dan Bette pasangan yang sudah lama bersama, mereka menginginkan anak. Sperma menjadi sesuatu yang langka jika dikaitkan dengan pertanggungjawaban di masa depan. Bette punya kehidupan yang mapan, tapi kakaknya bermasalah dengan kecanduan alkohol. Ayahnya sangat tidak suka dengan orientasi seksual Bette. Tina seorang biseksual yang masih bisa digoda laki-laki dan perempuan.

Sumber gambar: autostraddle.com

Alice seorang penyiar radio. Seorang biseksual walaupun di season lanjutan dia akhirnya memilih sama perempuan saja. Beberapa kali putus. Dan pasangan dia yang cukup awet seorang tentara yang belum berani terbuka di depan umum dan terutama kepada atasannya.

Shane McCutheon. Seorang playgirl dengan rekor tertinggi dalam hal meniduri anak gadis dan istri orang. Sangat susah berkomitmen untuk tidak melirik yang lain. Kurang berpikir panjang sebelum melakukan sebuah kebodohan. Karakter Shane McCutheon sering ditiru di serial-serial TV lainnya. Sayangnya sisi charmingnya terlalu kuat untuk ditiru. Hubungan dengan orang tuanya tidak begitu baik. Tapi bukan konflik yang signifikan.

Jenny Schecter. Tetangga pasangan Bette dan Tina. Awalnya seorang heteroseksual yang kemudian jatuh ke pelukan seorang pemilik kafe. Imajinasi dalam kepalanya sering membuatnya tiba-tiba berada di dimensi lain. Hubungannya dengan beberapa perempuan juga tidak bertahan lama. Dan saya sangat membenci dia di season yang terakhir.
Helena Peabody. Anak konglomerat tapi sering bertindak ceroboh. Dia muncul kalau tidak salah season ke-2. Wajahnya cantik dan anehnya Shane tidak tertarik menggodanya.

Max Sweeney seorang transeksual yang berusaha mengubah jenis kelaminnya menjadi laki-laki. Dia melakukan terapi hormon. Sesuai dengan karakter umum para transeksual, dia tidak bersedia disentuh bagian vagina, kalau kencing pun berdiri. Dia adalah perempuan terganteng nomor dua setelah Shane meskipun wajahnya lebih laki-laki.

Dana Fairbanks adalah petenis yang memulai memasuki jalur profesional. Sangat menutup soal orientasi seksualnya kepada selain teman-teman nongkrongnya. Di season pertama dia diceritakan naksir berat dengan seorang chef bernama Lara Perkins. Untuk memastikan chef itu punya rasa padanya, teman-temannya sampai turun tangan. Soal gaydar, Dana sangat payah.

Carmen de la Pica Morales. Seorang DJ berdarah latin dan muncul di season kedua untuk menjadi pacar Shane. Shane tampil lebih segar dengan potongan rambut baru sehingga makin ganteng saja. Di season selanjutnya, Shane tidak peduli lagi dengan tatanan rambut. Dibiarkan panjang dan sampai ke pundak dan diluruskan. Model rambut itu dibiarkannya sampai membintangi serial TV Ray Donovan. Seseksi-seksinya Carmen, Shane tetap juga bisa berpaling ke orang lain. Hubungan mereka berakhir, Carmen pun tidak sering muncul-muncul lagi.

Marina Ferrer. Teman saya sangat menyukai tokoh ini. Berbicara dengan logat Prancis dan gesturnya ala perempuan Prancis elegan. Dia menikah tapi tidak bahagia dengan hubungan itu. Saya tidak ingat di episode berapa suaminya muncul. Dia pemilik kafe yang menjadi tempat nongkrong Tina dan kawan-kawannya.

Paige Sobel menjadi pacar Shane yang ke entahlah ke berapa. Musim ke berapa pun saya lupa. Dia punya seorang anak seusia adik Shane. Salah satu adegan hot mereka terjadi di dalam mobil sampai kaca mobilnya berembun.

Molly Kroll juga dekat dengan Shane. Kalau Molly ingin main api, Shane berusaha mencegah. Basa-basi mencegah tapi insting playgirl-nya jalan terus. Molly hanya kebagian jatah muncul sebanyak 9 episode, karena Shane punya tugas yang lain.

Tokoh Papi muncul di season 4. Dia playgirl untuk kulit hitam dan berkelas. Season 4 bukan favorit saya. Banyak cerita yang mulai dibuat panjang sehingga membosankan. Season 5 pun juga saya tidak mengikuti semua episode karena alasan yang sama. Di season 6 terasa menyebalkan karena pacar baru Jenny dan kelakuannya yang makin tidak jelas. Rating di episode ke-8 merosot jauh dibandingkan episode ke-7.

Meski ditutup dengan cukup buruk, The L Word bolehlah masuk serial TV melegenda dengan begitu banyaknya aktris lesbian sesungguhnya yang terlibat, termasuk pemeran Shane dan Alice. Konten seksualnya sangat vulgar dan sangat banyak. Jika ingin menonton versi kaum gay, tonton aja Queer as Folk.

Trailer The L Word:

Jogja, 14 Agustus 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response