The Neon Demon (2016) Dipenuhi Sindiran-Sindiran pada Dunia Modeling

The Neon Demon (2016); Film yang Dipenuhi Sindiran-Sindiran pada Dunia Modeling
The Neon Demon (2016). Sumber gambar: moviepostershop.com

Dunia modeling sangatlah menjanjikan. Menggiurkan bagi orang-orang muda yang mencari eksistensi diri, mendulang kekaguman dari publik. Mereka memiliki wajah yang tampan atau cantik, kulit sehalus bayi yang masih polos, tubuh menjulang dengan tulang bentuk yang sempurna, gelambir lemak yang nyaris sulit ditemukan di pinggang, lengan, apalagi perut. Cukuplah itu semua untuk menarik berbondong-bondong remaja menduakan pendidikan dan kehidupan biasanya untuk sebuah masa kejayaan.

Tapi, begitu memasuki dunia modeling, rupanya itu bisa menjadi neraka yang penuh dengan siksaan. Tuhan tidak banyak menciptakan manusia dengan begitu minim kekurangan. Tapi memang Dia menciptakan segelintir manusia dengan rupa yang menurut perspektif banyak orang adalah ideal.

Jesse (Elle Fanning-20th Century Women, Live by Night, About Ray, Maleficent) memiliki rambut pirang alami, postur tubuh tinggi tidak terlalu kurus, wajah lonjong membuatnya seperti seorang putri dari negeri dongeng dan mata yang cantik. Dia tidak butuh dokter bedah plastik untuk membentuk tulang pipinya agar lebih kecil, menyedot lemak-lemak yang tidak kunjung hilang dengan diet. Kepribadiannya baik, ramah pada orang lain. Potensinya menjadi model terkenal di Los Angeles sangatlah besar.

Sumber gambar: IMDB

Maka, tidaklah menjadi pertanyaan besar mengapa dia yang masih baru sudah menjadi incaran perancang busana terkenal, mengikuti peragaan-peragaan busana yang memiliki seleksi ketat. Aura seorang bintang melekat betul padanya tanpa perlu ada kepalsuan.

Ini adalah ancaman bagi model-model yang menyadari kekurangan mereka sangatlah banyak. Tubuh mereka sudah banyak diubah mengikuti standar yang diakui dunia. Mata-mata yang cemburu mengarah kepadanya. Jika seorang model perlu berdarah-darah agar terlihat berkilau di mata para fotografer, Jesse melewati tahapan itu semudah berdeham.

The Neon Demon mendapatkan penghargaan Best Composer Cannes Film Festival 2016, sayangnya tidak dilirik sedikit pun oleh jury Sundance, Golden Globes, Emmy, BAFTA, Berlin Festival, terlebih Academy Awards.

Ditangani oleh sutradara Nicolas Winding Refn, yang dengan sengaja memakai banyak warna-warna mencolok karena buta warna, film ini tidak semata perkara mengangkat persaingan tidak sehat antara model baru dan model senior, tapi juga kehidupan glamor yang menghanyutkan. Sang sutradara ikut mengajak Keanu Reeves untuk mengisi peran kecil sebagai penjaga sebuah motel.

Trailer The Neon Demon (2017):

 

Jogja, 28 Januari 2017

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response