The Night of (2016); Serial TV Pemuda Muslim Pakistan yang Dituduh Membunuh

The Night of (2016); Serial TV Pemuda Muslim Pakistan yang Dituduh Membunuh 2
The Night of (2016). Sumber gambar: IMDB

Serial drama bergenre crime The Night of mendapatkan sejumlah nominasi Golden Globes untuk kategori Best Television Limited Series or Motion Picture Made for Television, Best Performance by an Actor in a Limited Series or Motion Picture Made for Television, Best Performance by an Actor in a Limited Series or Motion Picture Made for Television.

Dibintangi sejumlah aktor seperti Riz Ahmed (Rogue One, Nightcrawler); Peyman Moaadi (About Elly, A Separation, Camp X-Ray); John Turturro (Mia Madre, Exodus: Gods and Kings). The Night of merupakan adaptasi dari serial TV BBC berjudul Criminal Justice.

Nasir Khan (Riz Ahmed) adalah seorang pemuda baik-baik berdarah Pakistan berkewarganegaraan Amerika Serikat. Dia tinggal bersama kedua orang tua dan adiknya di sebuah flat. Seorang mahasiswa yang juga bekerja sebagai tutor seorang mahasiswa kulit hitam. Ibunya bekerja di toko pakaian. Ayahnya, Salim Khan (Peyman Moaadi) bekerja sebagai sopir taksi.

Suatu hari, Nasir diundang ke pesta kawan muridnya di tengah kota Manhattan. Dia sangat ingin ke pesta itu karena katanya banyak cewek seksi. Ketika ibunya tahu bahwa Nasir akan datang ke pesta para pemuda kulit hitam, dia memperlihatkan ketidaksukaan. Lingkungan pergaulan yang tidak baik. Awalnya Nasir akan pergi bersama kawan, tapi si kawan malah membatalkan janji begitu saja. Tempat yang akan ditujunya Nasir tidak begitu tahu. Dia tinggal di wilayah Queens. Untuk menuju Manhattan dibutuhkan perjalanan paling cepat 30 menit. Paling lama 60 menit.

Sumber gambar: IMDB

Diam-diam, Nasir mengambil kunci taksi sang ayah. Karena baru pertama mengendarai taksi, dia kebingungan mematikan lampu di atas padahal tujuannya tidak sedang mencari penumpang. Salah satu penumpang yang salah sangka adalah Andrea Cornish. Gadis itu masuk begitu saja dan minta diantarkan ke pantai. Pantai sangatlah jauh. Nasir mengantarkannya di sungai, toh sama-sama air, pikirnya.

Di sana, Andrea memberinya sebutir ekstasi. Dan Nasir kembali dicekoki ketamin sebelum mereka bercinta dalam keadaan setengah sadar. Tragedi pun terjadi setelahnya. Ketika terbangun, Nasir mendapati dirinya di dapur. Di kamar tidur, Andrea tewas dengan luka tikaman berkali-kali. Diserang rasa panik, Nasir memilih kabur. Sayangnya, dia meninggalkan jejak dan juga saksi mata.

Polisi kebetulan menahannya karena menyetir dalam kondisi mabuk. Dia dibawa dengan mobil polisi yang ditugaskan untuk melihat TKP pembunuhan Andrea. Cukup panjang cerita, Nasir pun menjadi tersangka. Semua bukti mengarah padanya. Nasir menyangkal bahwa dirinya telah membunuh perempuan yang baru dikenalnya itu. Di saat ditahan di kantor polisi, ada seorang pengacara yang menawarkan jasanya. Pengacara yang spesialisasinya bukan untuk pengadilan. John Stone (John Turturro) biasanya menangani kasus kecil kriminal dan prostitusi. Tapi yang namanya pengacara, uang juga harus bicara.

Latar belakang Nasir yang muslim menjadi nilai plus menariknya serial ini. Publik Amerika memang masih trauma dengan peristiwa 9/11. Sama seperti film My Name is Khan, segala yang berunsur Islam patut dicurigai dan mendapatkan perlakuan berbeda.

Sumber gambar: IMDB

Semakin bergulir episode demi episode, kita akan melihat sosok Nasir yang lain. Dia bukan pemuda baik yang berada di tempat dan waktu yang salah. Di sekolahnya dulu, dia pernah melukai seorang murid hingga harus dipindahkan ke sekolah lain. Di dalam penjara, dia pun meminta proteksi Freddy karena banyaknya tahanan yang benci karena dirinya tidak lebih dari seorang pembunuh sekaligus pemerkosa.

Kasus berat yang menimpa Nasir berdampak pula kepada keluarganya. Taksi milik Salim ditahan sebagai barang bukti, kedua rekan joinannya terus mendesak agar taksi itu diambil sehingga mereka bisa mencari uang lagi. Ibunya juga harus mencari pekerjaan lain karena pemberitaan media sedemikian membuat orang kehilangan rasa percaya.

John dan seorang pengacara muda bernama Chandra Kapoor berjuang demi kebebasan Nasir sementara pihak jaksa terus mencari bukti yang semakin menguatkan Nasir sebagai pelaku. Sidang berjalan amat panjang dan melelahkan. Nasir makin stres dan memilih obat-obatan terlarang sebagai pelariannya. John berada dalam dilema antara memelihara kucing milik Andrea ataukah terbebas dari alergi. Penyakit eksimnya pun tidak kunjung sembuh. Bebas atau tidaknya Nasir berada di tangan para juri.

Trailer The Night of:

Jogja, 26 Maret 2017

Leave a Response