The Other Love Story (2016-); Kisah Cinta Antartetangga

The Other Love Story (2016-); Kisah Cinta Antartetangga
The Other Love Story (2016-). Sumber gambar: IMDB.

Setelah nonton Her Story, saya dapat lagi satu web series temanya masih tentang cinta lesbian. Ada banyak sebenarnya yang sudah tersedia di youtube, vimeo sayangnya akses sudah dibatasi ya sama pemerintah. Keparat (heh mulut lo dikondisikan!).

Saya lihat trailer-nya. Salah satu kekurangan web series adalah jarang yang dilengkapi subtitle sehingga bagi generasi muda manja seperti saya agak jadi hambatan. Tapi untungnya yang bikin The Other Love Story sedari awal menyadari bahwa kisah ini tidak hanya layak dikonsumsi publik India. Ada subtitle maka saya ada.

Mengunduh 12 episodenya tidak makan waktu lama. Asal tahu saja, durasi cerita hanya sepuluh menit dan itu rasanya sebentar banget. Opening sama closing-nya lumayan panjang. Beda sama Her Story yang closing-nya doang panjang.

The Other Love Story ditulis dan disutradarai oleh Roopa Rao, katanya sih berdasar kisah dia sendiri. Doski juga memegang peran kecil sebagai teman Aadya. Web series ini mendapat 7 nominasi dan menang di NYC Web Fest 2016 dan TO Webfest 2017. Setting waktu cerita ada 2 masa, flashback dari tahun 1998 dan 2001 di Bangalore. Keduanya ini kemudian bertemu di satu titik dan menjelaskan mengapa Aachal harus pergi ke Amerika sendirian.

Dalam setiap episode, dua masa ini selalu muncul. Itulah sebabnya saya bilang, sepuluh menit adalah waktu yang terlalu singkat. Kita dihadapkan pada kegelisahan Aachal yang menanti-nanti seseorang datang. Juga bagaimana Aachal dan Aadya bisa saling jatuh cinta. Tidak ada adegan yang vulgar, sayang sekali memang, sebab keduanya baru mulai kontak fisik alias ciuman di beberapa episode terakhir. Di hari ulang tahun Aadya. Tapi, tonton dulu dari awal, bagaimana seorang anak guru yang juga berotak cerdas menemukan sosok yang dicarinya selama ini. Aadya adalah anak tunggal dengan kehidupan membosankan. Pergaulannya dibatasi oleh sang ibu, tidak boleh banyak main, sama kayak saya dulu. Akhirnya, saya main sama jin. Bercanda.

Aadya menuangkan kegelisahannya dalam buku harian yang ditulisnya sambil pura-pura belajar. Suatu hari dia bertemu dengan seorang gadis manis-banget-bernama Aachal yang sedang mengantarkan adiknya ke klinik. Mereka tinggal bertetangga tapi tidak pernah ngobrol. Aachal ini tipe gadis ekstrover yang mudah bergaul. Di rumahnya selalu diramaikan oleh sanak kerabat. Mereka berasal dari latar keluarga yang sangat berbeda. Tapi, dari banyak perbedaan itulah, mereka seperti tidak ingin lama-lama berjauhan. Ke mana-mana selalu berdua.

Persahabatan pun mulai bermetamorfosis menjadi rasa sayang. Mereka mulai sering pegang-pegangan tangan, saling bertukar cerita, saling bertukar senyuman. Tidak ada yang menyadari jika itu kemudian akan menjadi cinta yang tidak pantas, di mata lingkungan sekitar.

Maka, untuk menghentikan cinta keduanya, pihak keluarga Aachal pun mengirim si gadis ke luar negeri. Dengan begitu, segalanya akan selesai begitu saja. Asal tahu saja, memisahkan dua sejoli yang masih cinta-cintanya bukankah ide yang baik. Dalam banyak drama LGBT, selalu ada joli-joli yang mencari cara untuk bertemu kembali. Setidaknya untuk mengucap selamat tinggal.

Di stasiun kereta api, Aachal menanti Aadya. Tapi sang kekasih tidak muncul juga. Sang ibu mengawasi gerak-gerik Aachal karena dia tidak menyukai hubungan putrinya dengan teman satu kampusnya. Mengapa Aadya tidak mau datang? Apa dia menyerah pada keadaan dan membiarkan hubungan mereka berakhir tanpa kata putus?

Apa pun ending dalam web series, saya sih nggak begitu peduli karena saya menikmati langkah demi langkah sebuah hubungan yang dibangun perlahan hingga semakin kuat dan mengikat. Aachal dan Aadya butuh dua tahun untuk sampai pada tahap sama-sama cinta dan bersiap dengan konsekuensi. Jika tidak, mengapa juga Aachal menyimpan kartu-kartu ucapan surat-surat cinta di tempat yang mudah diketahui orang rumah?

Oh ya, Shah Rukh Khan tidak ikut main di web series ini, fyi.

Jogja, 29 Agustus 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response