The Perfect Wave (2014); Film Tentang Surfer Muda yang Nyaris Mati di Lautan

The Perfect Wave (2014); Film Tentang Surfer Muda yang Nyaris Mati di Lautan
The Perfect Wave (2014). Sumber gambar: IMDB

The Perfect Wave adalah sebuah film yang diangkat dari perjalanan hidup seorang peselancar muda bernama Ian McCormack. Telah banyak ombak yang telah ditaklukkannya, mulai dari tempat kelahirannya di California, Australia, Indonesia, sampai ke Afrika Selatan.

Sambil menonton The Perfect Wave, saya mencari tahu tentang sosok Ian dalam kehidupan nyata. Dia masih sangat muda ketika memulai petualangannya mencari ombak-ombak besar. Dia seorang ateis dan yang ada di dalam kepalanya adalah berselancar.

Keluarganya adalah Kristen taat, terutama ibunya. Semenjak kecil, ia sudah memperlihatkan tanda-tanda ketidakpercayaannya pada Tuhan, dan ibunya tidak memaksanya untuk harus percaya Tuhan. Bagaimanapun, itu adalah pilihan masing-masing orang.

Ian McCormack diperankan oleh Scott Eastwood (Fast & Furious 8, Snowden, muncul juga dalam video Taylor Swift The Wildest Dream) yang dalam kehidupan nyata juga suka berselancar. Meski berada dalam dunia yang tidak jauh-jauh dari seks, pesta, obat-obatan terlarang, Ian memilih tidak terlalu terhanyut di dalamnya. Apa yang disukainya murni sebatas selancar. Bosan dengan tantangan di California, dia dan bersama seorang teman bertolak ke Australia, meninggalkan keluarganya yang mengharapkan Ian mulai memikirkan masa depan. Bekerja tentu saja.

Apa mau dikata, anak muda satu ini lebih tertantang dengan ombak. Ada kepuasan yang didapatkannya setiap kali berdiri di atas papan seluncur saat ombak tinggi datang ke arah bibir pantai. Di sana dia juga sempat one night stand dengan seorang perempuan, tapi sebatas itu. Sementara Greg tipikal orang yang memiliki pemikiran berbeda. Mereka kerap berbeda pendapat. Di saat Greg merasa nyaman di sebuah tempat, Ian sudah memikirkan tempat baru.

Ian juga mampir ke Bali. Cukup banyak landscape cantik yang terekam kamera. Bali yang hijau dan orang-orangnya yang hidup dalam kesederhanaan, berbaur dengan turis-turis hedon yang mewarnai dunia malam. Sayangnya, Ian tidak berpikiran untuk mengeksplor pantai-pantai lain. Sepertinya hanya Bali yang menggaung di telinga para peselancar dari luar negeri.

Seorang perempuan menjadi pacar Ian dan sempat membuat petualangannya terhenti sejenak. Annabel sangat cantik namun menyimpan banyak rahasia, semenjak ditinggal seseorang yang dicintainya. Yah, sebuah konflik terjadi antara Ian dan Anna hingga keduanya berpisah tidak baik-baik.

Sebagai penghiburan diri, Ian berselancar ke Mauritius yang dikenal memiliki ombak sangat cantik dan besar. Di sanalah sebuah peristiwa yang membuat Ian mendapatkan pencerahan hidup. Sikapnya yang apatis terhadap Tuhan, berubah drastis. Ketika kamu berada di antara hidup dan mati, memangnya bisa minta tolong pada papan surfer?

Di Mauritius memiliki ubur-ubur yang mematikan. Sengatannya mengandung racun. Jika terkena sekali saja sengatannya, akan melumpuhkan seluruh tubuh hingga fungsi jantung. Tinggal menunggu datangnya malaikat maut saja kalau begitu. Ia terkena lima gigitan invisible, sebutan orang-orang lokal untuk hewan berbahaya itu. Lima, sudah pasti akan mati perlahan-lahan. Namun, sesuatu terjadi di dalam ambulans. Di masa-masa sekaratnya, sebuah keajaiban terjadi, Ian berdoa. Rupanya jauh di seberang lautan, ibunya melakukan hal yang sama. Sungguh kekuatan telepati antara ibu dan anak ini membuat air mata saya mengalir. Bagaimana seorang ibu mencintai anaknya meski si anak hanya memikirkan kesenangannya sendiri.

Pertobatan Ian memang sedikit terlambat. Tapi Tuhan punya rencana lain. Dia tentunya tahu, Ian jika diberi kesempatan hidup, jalan pikirannya akan berubah.

Film ini mendapatkan rating rendah di IMDB. Mungkin karena pesan religius di dalamnya. Saya menyukai The Perfect Wave. Terlebih tiap scene diiringi oleh lagu-lagu balada nan lembut. Tidak hanya saat adegan romantis dengan Anna. Pemandangan pantai demi pantainya yang biru membuat mata betah. Sungguh indah. Kehidupan surfer memang terasa menyenangkan bagi anak-anak muda yang menyukai kebebasan. Tapi, percayalah, ada saatnya kita perlu serius memikirkan hidup dan masa depan.

Trailer The Perfect Wave:

 

Jogja, 18 Desember 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response