The Salesman (2016): Film Tentang si Penyusup yang Ceroboh

The Salesman (2016): Film Tentang si Penyusup yang Ceroboh
The Salesman (2016). Sumber gambar: moviepostershop.com

Berjudul asli Forushande, Asghar Farhadi (The Past, A┬áSeparation, About Elly) menghadirkan sebuah film drama dengan nuansa thriller di dalamnya. Masuk nominasi Oscar untuk Best Foreign Language Film of the Year, nominasi Best Motion Picture – Foreign Language di Golden Globes, sementara di Cannes berhasil membawa pulang penghargaan untuk kategori Best Actor dan Best Screenplay.

Tema yang kali ini diangkat oleh Asghar Farhadi adalah konflik antara suami istri setelah flat baru mereka kemasukan seseorang dan melukai si istri. Flat itu baru-baru saja mereka tempati. Mereka terpaksa pindah karena flat sebelumnya menjadi korban sebuah pembangunan flat baru. Fondasinya kemungkinan goyah akibat mesin eskavator dan tidak aman untuk ditinggali. Semua orang memutuskan pindah.

Rana dan Emad adalah pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak. Di siang hari, Emad bekerja sebagai seorang pengajar. Malam harinya, dia dan Rana menjadi bagian dari sebuah pentas teater kota.

Dari seorang kawan, mereka mendapatkan rekomendasi flat. Cukup bagus, tapi barang-barang si pemilik lama masih ada. Tahu bahwa flat itu sudah ada penghuni baru, si penghuni lama pun marah. Belum selesai masalah satu, masalah lain datang. Suatu malam, Rana membukakan pintu untuk sang suami, tapi yang masuk malah orang lain dan melukai Rana.

Emad ingin melaporkan kejadian itu ke polisi, tapi Rana menolak. Dia pun berusaha mencari tahu apa sebenarnya si pelaku yang bukannya mengambil barang-barang, tapi meninggalkan ponsel dan sejumlah uang. Lalu, mereka mencurigai sebuah pick up yang parkir dekat gedung flat. Barangkali itu milik si pelaku dan terkait dengan si pemilik lama flat.

Sumber gambar: moviepostershop.com

Trauma dengan kejadian buruk, membuat Rana takut ditinggal sendiri. Emad yang berjaga sampai larut malam pun tanpa sengaja tertidur di kelas yang diajarnya. Teman-teman mereka tak ada yang tahu bahwa keduanya mengalami musibah.

Hilangnya mobil pick up misterius mendorong Emad untuk melacak siapa pemiliknya. Baginya, tahu siapa pemiliknya belum tentu otomatis dialah si pelaku sebenarnya. Dia berusaha mencari-cari alasan agar si pemilik mobil bisa diajaknya bertemu empat mata dan membahas kejadian itu.

Penggambaran Tehran yang diambil sang sutradara dalam film-filmnya tidak jauh berbeda. Flat-flat yang menjadi tumpuan hunian sebagian besar penduduknya. Masalah-masalah rumah tangga yang tidak terselesaikan dengan baik. Kecurigaan-kecurigaan yang mengganggu hubungan pertemanan. Gaji yang tidak mencukupi hingga satu pekerjaan dianggap kurang. Kejahatan yang mengincar siapa pun yang lengah. Menjadi lingkaran yang terus melekat dalam kehidupan masyarakat perkotaan.

Trailer The Salesman (2016):

Jogja, 25 Februari 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response