The Song of Sparrows (2008); Film Tentang Keceriaan Anak-anak Iran

The Song of Sparrows (2008); Film Tentang Keceriaan Anak-anak Iran
The Song of Sparrows (2008). Sumber gambar: IMDB

The Song of Sparrows (berjudul asli Avaze gonjeshk-ha), karya sutradara Majid Majidi (The Color of Paradise, Baran, Children of Heaven) menyoroti keceriaan anak-anak di Iran.

Lagi-lagi karya sineas Iran yang mendapat apresiasi istimewa di Asia Pacific Screen Awards dan Berlin International Film Festival di tahun 2008 lewat akting Mohammad Amir Naji sebagai Karim, ayah 3 orang anak yang berusaha mengumpulkan uang untuk membeli alat bantu pendengaran baru putri sulungnya yang kecebur di tempat pembuangan air. Karim tidak perlu terlalu ngoyo nyari uang untuk membeli alat itu jika dia tidak dipecat gara-garanya kelalaiannya sampai salah satu burung unta milik juragannya melarikan diri. Saya baru tahu kalau burung unta ini meski badannya begitu besar, larinya lincah juga.

Karim harus segera membelikan alat itu karena putrinya akan menjalani ujian sekolah. Jadilah dia pekerja serabutan untuk mengumpulkan toman demi toman. Sedikit intermezzo, saya penasaran, toman itu kok kedengaran asing ya. Rupanya mata uang ini sudah tidak ada, alias tergantikan dengan rial (seperti juga di Arab Saudi), 1 toman itu setara dengan 10 rial. 1 IRR = 0,46 IDR. Beda tipis doang. Ukuran uang kertasnya kayaknya lebih besar dari pecahan lima puluh ribu rupiah, warnanya ya seperti uang rial Arab.

Lanjut ke cerita The Song of Sparrows, melakukan pekerjaan serabutan kadang enak jika diberi bayaran besar, kadang pahit jika orang berbuat seenaknya. Tapi Karim bukan seorang oportunis yang selalu mengambil keuntungan dan merugikan orang lain. Ini moral yang disampaikan secara tersirat. Kejujuran akan membuahkan sesuatu yang tak ternilai harganya. Anak-anak Karim pun memahami sang ayah. Hussein, anak kedua Karim, adalah bocah yang baik. Dia berusaha membantu ayahnya mencari uang dan otaknya pun cerdas. Salah satu obsesinya adalah memelihara ikan di tempat pembuangan air yang sudah dibersihkan. Untuk mendapatkan ikan-ikan itu, dia rela bekerja lembur bersama teman-temannya sampai tangannya melepuh.

Cerita kehidupan Karim ini, ya memang tidak jauh berbeda dari kehidupan masyarakat kelas bawah yang bertahan hidup tanpa menyerah dan menjadi pengemis. Mereka adalah para pekerja keras yang tetap punya prinsip hidup mendapatkan rezeki dengan cara halal karena itu akan dirinya dan keluarganya makan.

Dengan bintang 8 dari IMDB.com, film The Song of Sparrows memang berkualitas tinggi.

Trailer The Song of Sparrows:

Jogja, 5 Mei 2015

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response