The Wolf of Wall Street (2013); Film Tentang Jagoan Wall Street

The Wolf of Wall Street (2013); Film Tentang Jagoan Wall Street
The Wolf of Wall Street (2013). Sumber gambar: IMDB

The Wolf of Wall Street menjadi salah satu film based on true story yang mengantarkan Leonardo diCaprio (berperan sebagai Jordan Belfort) meraih gelar aktor terbaik di Golden Globes 2014 dan beberapa penghargaan lain (BAFTA Awards, AFI Awards, Australian Film Institute, London Critics Circle Film Awards, dan masih banyak lagi) dalam hal penyutradaraan, editing, pemeran pembantu pria.

The Wolf of Wall Street rilis d USA tepat pada hari Natal tahun 2013, berdurasi 165 menit (tapi meski kesannya panjang, saya nggak bosan mengikuti ceritanya).
Joldan Belfort dikenal sebai sosok motivator terkenal, tapi dia punya masa lalu yang kurang mengenakkan. Pernah dipenjara 4 tahun akibat kasus penipuan saat mengelola bisnisnya di bidang investasi saham. Selama berada di balik terali besi dia menulis semuanya dalam dua memoar berjudul The Wolf of Wall Street dan Catching the Wolf of Wall Street.

Buku inilah kemudian diadaptasi ke layar lebar oleh Martin Scorsese dengan pemilihan adegan yang sangat baik karena ceritanya terasa utuh.

Jordan Belfort mulai tertarik bekerja di kantor saham karena satu tujuan, ingin menjadi orang kaya. Dan memang, pialang saham yang sukses bisa dipastikan hidupnya bergelimang harta. Usia 22 tahun dia memasuki Wall Street. Atasannya, Mark Hanna, adalah orang yang berpenampilan santai di balik setelan jas. Selain itu seorang pengguna narkoba dan peminum alkohol. Jordan yang berasal dari latar belakang yang lurus, terpukau dengan hal itu.
Jordan punya bakat nego yang baik, untuk hitungan seorang pialang baru. Sayangnya, kantor tempat ia bekerja gulung tikar dan Jordan di-PHK. Dari sebuah iklan di koran, dia pun mendatangi sebuah kantor saham kecil-kecilan, meskipun mendapatkan komisi 50%. Ia pun mengumpulkan uang dari komisi hasil penjualan saham untuk membeli rumah dan mobil mewah.

Jordan semakin kaya, rumah mewahnya semakin bertambah. Mobilnya pun berkelas. Tapi tahukah jika semua itu dia beli bukan dengan penghasilannya sendiri tapi uang dari para kliennya? Jordan tidak memikirkan soal bagaimana dia harus menghadapi FBI yang mulai mencurigai usahanya dan terus tenggelam dengan kehidupan hura-huranya. Ia mulai kecanduan narkoba, alkohol, hingga seks. Ia bercerai dengan sang istri yang sangat baik, karena kebiasaan bermain seks dengan PSK kelas atas. Istri keduanya adalah Naomi, seorang model berdarah Inggris. Dari penikahan ini, Jordan memiliki 2 putri.

Tapi, Jordan masih juga dikejar-kejar FBI karena memang manipulasi yang dilakukan Stratton Oakmont cukup besar. Hingga sampai ketika Jordan sudah benar-benar tidak bisa menghindar. Ia diadili kemudian dijebloskan ke penjara dan diharuskan mengembalikan uang para investor yang telah digelapkannya.
The Wolf of Wall Street tidak banyak mengundang artis papan atas, kalau pun ada, porsi kemunculannya tidak ada yang sampai sedominan Leonardo. Tapi, meskipun para aktor pendukungnya masih tergolong baru, akting mereka sangat bagus dan menyempurnakan setiap scene yang dihadirkan sehingga meskipun tergolong film berat (meski beraroma komedi), saya tidak perlu mengerutkan kening atau tegang.

Trailer The Wolf of Wall Street:

Jogja, 24 Januari 2014

Leave a Response