Top of the Lake (2013-); Serial TV Pencarian Anak Hilang yang Sedang Hamil

Top of the Lake (2013-); Serial TV Pencarian Anak Hilang yang Sedang Hamil
Top of the Lake (2013-). Sumber gambar: IMDB

Lagi-lagi saya memilih sebuah serial pendek bertema anak hilang. Sebelumnya saya mengikuti The Missing dan Thirteen. Karena masih penasaran dengan cerita senada, Top of the Lake menjadi pilihan berikutnya. Produk dari New Zealand yang menjadi hak siar BBC. Mengantarkan Elisabeth Moss mendapatkan Golden Globe untuk kategori Best Performance by an Actress in a Miniseries or Motion Picture. Saya menyukai betapa indahnya pemandangan New Zealand yang membawa ingatan saya akan film setipe Hercules dan Xena the Warrior Princess. Didominasi hamparan pegunungan yang masih liar, danau luas yang tenang, dan kedekatan dengan alam.

Apa cerita yang ditawarkan Top of the Lake di sepanjang tujuh episode season 1? Tentang seorang anak remaja, Tui, yang hilang tanpa jejak setelah beberapa orang tahu akan kehamilannya. Mengapa anak sekecil itu bisa hamil? Apakah dia korban perkosaan ataukah dilakukan atas dasar suka sama suka?

Seorang detektif perempuan,  Robin (Elisabeth Moss-High Rise) ditugaskan untuk mengusut kasus Tui. Dia menjadi terobsesi untuk mencari jawaban kehamilan juga keberadaan gadis blasteran New Zealand-Filipina itu. Lalu siapa sangka, penyelidikannya membuka sebuah tabir yang menutupi begitu banyak rahasia di Top Lake. Di tanah yang tidak banyak penduduknya itu, tersimpan luka-luka yang dalam. Termasuk luka masa lalu Robin. Bahwa dirinya merasa senasib dengan Tui. Menjadi perempuan yang tak berdaya pada laki-laki.

Top Lake tidak hanya dihebohkan dengan hilangnya Tui, tapi juga terbunuhnya seorang pria yang dituding telah menjual tanah kepada sekelompok perempuan ke Paradise. Paradise adalah tanah makam leluhur Matt, ayah Tui. Di sanalah tanah peristirahatan terakhir sang ibu. Dia marah dengan kontainer-kontainer yang disulap menjadi rumah para perempuan di bawah pimpinan GJ, seorang mahaguru dengan tingkah misterius, memiliki kemampuan membaca masa depan. Meski muak dengan keberadaan orang-orang asing, Matt tak bisa serta-merta mengusir mereka.

Robin mengendus jejak Tui bersama Johnno. Putra Matt sekaligus kekasih Robin yang tinggal di tenda tidak jauh dari gunung. Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengapa dia memilih memisahkan diri dari keluarganya. Tapi di antara Johnno dan Robin bukanlah sebuah hubungan baru. Mereka kenal sejak lama, dan Johnno menjadi saksi sebuah kejadian buruk yang terjadi pada Robin. Mereka sama-sama menyimpan kejadian buruk itu tanpa bisa berbuat apa-apa. Sampai akhirnya Robin tidak mampu lagi menahan sakit hati pada orang-orang yang telah merusak dirinya.

Di sebuah malam, Robin berlaku agresif kepada seorang pria dan membuatnya terancam dikembalikan ke Sidney. Atasannya adalah seorang pria yang punya bisnis dengan Matt, di sisi lain mengharapkan Robin membalas cintanya. Di luar pengetahuan Robin, atasannya adalah seorang pria yang kotor dan melindungi bisnis kotor Matt. Rasanya fenomena seperti ini terjadi di mana-mana. Pihak aparat yang melindungi para penjahat.

Lalu di manakah Tui? Masih hidupkah atau sudah mati kedinginan di tengah hutan belantara? Siapa ayah dari anak yang dikandungnya? Kita akan dibawa penasaran dan tegang. Sekaligus emosional dengan tokoh-tokoh villain yang merasa superior. Belum lagi hubungan percintaan yang menggebu-gebu antara Robin dan Johnno menjadi begitu lengkaplah. Alur ceritanya tidak sulit untuk diikuti, tokoh-tokohnya tidak begitu banyak. Konflik-konfliknya silih berganti sesekali kita dibawa termangu dengan kehebatan GJ membaca takdir dan isi hati orang.

Trailer Top of the Lake:

 

Jogja 24 November 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response