Una (2016); Kisah Romantis si Gadis di Bawah Umur dan Tetangganya

Una (2016); Kisah Romantis si Gadis Bawah Umur dan Tetangganya
Una (2016). Sumber gambar: IMDB.

Una merupakan film yang diadaptasi naskah drama berjudul Blackbird karya David Harrower. Disutradarai oleh Benedict Andrews, dan buat para fans Rooney Mara, termasuk saya, ini adalah salah satu film baru dia yang ditunggu-tunggu. Baru akan rilis di Inggris pada 1 September 2017 setelah sempat screening di TIFF 2016. Tahun 2016 dan 2017, Rooney punya banyak sekali film baru, saya udah punya Song to Song tapi nanti deh nontonnya, A Ghost Story, Lion—yah walaupun hanya peran kecil, dan Mary Magdalene yang baru akan rilis November 2017. Sabar, Bro.

Rooney cocok untuk peran-peran gadis lugu tak berdosa lalu mengalami perkembangan karakter yang signifikan. Saya nggak membahas perannya sebagai si hacker Swedia, tapi perannya sebagai Therese Belivet di Carol dengan topi Santa dan bertemu perempuan setengah baya yang karismatik alias menggoda iman sangat. Atau perannya sebagai istri yang menunggu suami pulang dari penjara di Ain’t Them Bodies Saints.

Kita dibuat terkejut dengan si tokoh Una yang suatu hari menemui seorang pria separuh baya yang ternyata pernah menjalin hubungan dengannya. Malam sebelumnya, ada adegan dia sempat bercinta dengan seseorang dalam kelab malam. Sesuatu mendorongnya untuk menemui Ray di pabrik tempat dia bekerja.

Sudah pernah nonton film bertema pedofil, seperti Lolita, mungkin? Tokoh yang menjadi om-om penyuka gadis bawah umur hampir sama dengan si Humbert Humbert yang sangat mudah menebarkan daya magnet pada remaja labil yang menyukai sosok seusia ayahnya. Mereka baik dan perhatian. Terlebih, si Ray ini tetangga sendiri. Kalau di berita-berita kriminal, biasanya hubungan akan berakhir dengan perkosaan lalu pelakunya ditangkap dan dihukum, keduanya melakukan hubungan karena suka sama suka. Abaikan kalau si tokoh perempuan sempat mengeluhkan rasa sakit setelah pertama kali melakukannya, karena ternyata mereka kembali mengulanginya di tempat-tempat yang tersembunyi. Tapi sepintar-pintarnya menutupi hubungan, ketahuan juga.

Kenapa si gadis datang mencari lelaki yang dianggapnya telah mengkhianati hubungan mereka yang begitu indah? Mengapa tidak mencari om-om lain atau pemuda seusianya? Itulah yang menjadi pertanyaan dan semuanya terjawab lewat percakapan-percakapan keduanya yang sesekali menjadi emosional. Ray langsung mengenali Una, dan tidak berakting macam-macam atau pura-pura tidak kenal.

Ray telah memulai hidup baru dan melupakan masa lalu. Sebagai penonton, setelah mengikuti plot yang berjalan, kok saya berpihak pada Ray dan bukannya pada Una, ya? Buat saya, ini di luar konteks empati terhadap sesama perempuan. Apa yang pernah terjadi, itu tidak bisa diubah. Tapi apa yang akan terjadi, kita sendiri yang menentukan. Ray telah menjalani hukuman, dia memakai nama baru, menghapus semua kenangan indahnya bersama gadis remaja itu. Dia tidak mencari gadis-gadis seusia Una untuk diajak tidur. Apakah Ray pedofil? Ini sama halnya dengan, misal, saya pernah berpacaran dengan perempuan kemudian saya lesbian?

Film ini juga ditambah seru dengan kehadiran Riz Ahmed (Rogue One, Nightcrawler, The Night of), bawahan Ray yang pada akhirnya menjadi pelampiasan kekesalan Una. Scott tidak tahu bahwa di antara kedua orang ini ada sesuatu yang mencurigakan dan sangat jauh.

Setting utama cerita ini adalah sebuah pabrik. Di sanalah Una dan Ray berada dan berpindah-pindah, mencari tempat tersembunyi-ketika pabrik sudah tutup dan beberapa karyawan marah karena dipecat tanpa alasan-terus mengulas masa lalu yang kemudian terjawab alasan keduanya sampai bisa terpisah dan sama-sama memiliki asumsi salah terhadap satu sama lain.

Naskah drama Blackbird ditulis David Harrower pada tahun 2005 yang mengangkat kisah nyata Toby Studebaker yang melakukan pelecehan seksual terhadap seorang gadis belasan tahun. Keduanya bertemu setelah 15 tahun berpisah. Dalam naskah ini, Ray memang melakukan hal yang sama, sementara dalam film dibuat menjadi kisah romantis. Meskipun demikian, orang tua Una tetap menganggap Ray sebagai lelaki keparat pemerkosa perusak anak orang. Ah, seandainya mereka tahu betapa binalnya si Una di luar sana.

Jogja, 17 Agustus 2017

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response