Untuk Seorang Perempuan yang Memintaku Menjadi Hujan, It’s Wrapped!

in Penerbitan by

Akhir November kemarin, berkardus-kardus buku Untuk Seorang Perempuan yang Memintaku Menjadi Hujan akhirnya tiba dari percetakan di Jakarta. Artinya, proyek yang pernah saya tuliskan sebelumnya di blog ini, yang menghabiskan waktu hingga setahun lamanya, akhirnya benar-benar tuntas. Buku setebal 192 halaman dengan sampul yang kokoh dan isi berwarna warni ini menjadi salah satu buku terbaik yang dilepas dari tim saya tahun ini. Sebuah buku yang spesial menurut saya karena menjelang naik cetak saja, repotnya tidak habis-habis.

Problem yang Bernard tidak tahu adalah sampul yang kami ragukan hasil cetaknya. Belajar dari banyaknya sampul-sampul buku yang presisi warnanya sering kali apa yang dilihat di layar monitor dan apa yang tertuang di kertas kurang tepat, maka saya pun meminta proses naik cetaknya ditahan sampai saya seratus persen yakin. Keyakinan itu tentu saja perlu diperkuat dengan adanya bukti. Untuk mencetak sampul yang hanya selembar ivory, saya bolak-balik ke sebuah tempat printing. Hasil cetak pertama benar-benar jauh dari apa yang saya harapkan. Warna yang seharusnya hitam-putih, berubah menjadi sephia. Kaget betul saya mengapa jadi begitu. Saya pun meminta tim desain untuk membetulkan “kemelesetan” itu. Percobaan kedua, masih saja sama. Percobaan ketiga, karena gambar harus dibuat lebih terang, malah terlalu terang dan putih mengerikan. Seperti perempuan yang wajahnya putih tidak wajar karena produk kosmetik. Sang desainer kover kebetulan sedang tidak di kantor hingga beberapa hari. Untungnya dia bisa mengirimkan file gambar asli dan takaran warna di Photoshop. Trial dan error, akhirnya memenuhi keinginan saya.

Rampung dengan kover, urusan selanjutnya adalah promosinya. Pada awalnya, saya dan tim marketing punya segudang rencana untuk memblow up produk ini. Rupanya, dari atasan membatalkan semuanya dengan satu dan lain hal. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, hanya saja merasa, begitu banyak energi yang dihabiskan dan itu kemudian sia-sia. Dan sangat menyayangkan karena ini adalah proyek yang punya potensi mendatangkan omzet di awal peluncurannya. Yang tersisa hanyalah preorder. Tapi seberapa ampuh sih preorder itu dibandingkan buku ini dikemas dengan merchandise khusus dan dijual terbatas? Segencar-gencarnya, hanya akan menarik minat beberapa persen pembacanya. Sampai saat ini, pembaca yang sangat loyal di masa preorder adalah para pembaca buku wattpad. Okelah, banyak orang yang sinis memandang buku wattpad karena kualitas dan kematangan yang diragukan sehingga menafikan betapa fans fanatik itu benar-benar mencintai sang penulis dan karya-karya mereka yang dijual dengan harga selangit.

Oh ya kembali ke Untuk Seorang Perempuan yang Memintaku Menjadi Hujan, buku ini memang pas jika dirilis akhir tahun, di mana curah hujan sangat tinggi, hampir setiap hari turun hujan . Sekitar bulan Desember akan masuk ke toko buku (hanya Gramedia) dan dua bulan lagi adalah Valentine. Momennya memang cukup panjang hingga musim berganti dan orang mulai terfokus ke datangnya musim kemarau dan lebaran.

 

Jogja, 2 Desember 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*