Veronika Memutuskan Mati (KPG, 2005); Novel Suram Tentang Bunuh Diri

Veronika Memutuskan Mati (KPG, 2005); Novel Suram Tentang Bunuh DiriVeronika Memutuskan Mati (KPG, 2005)Veronika Memutuskan Mati. Ini karya pertama Coelho yang saya baca sehingga belum tahu apakah karya-karyanya identik dengan yang seperti VMM atau tidak. Berlatar di Slovenia, sebuah setting di negara yang jujur saya hanya sebatas tahu bahwa itu adalah bertetangga dengan Kroasia, Ceko, Yugoslavia, Bosnia, dan negara-negara yang sangat kecil wilayahnya itu, di jauh Eropa sana. Seorang gadis kesepian memilih bunuh diri dengan menelan pil tidur di luar batas wajar, dengan tujuan satu, mati. Veronika memilih mati dengan cara begitu ketimbang terjun dari gedung karena tidak tega jika nanti orangtuanya melihat jasadnya yang hancur.

Permasalahannya, bunuh diri dengan menelan obat tidur belum tentu mati. Dan Veronika sempat tertolong dan dirawat di rumah sakit—jiwa. Villete nama rumah sakit itu, terletak di Ljubjana, ibu kota Slovenia. Akan dijelaskan nanti alasannya Veronika ini dibawa ke sana. Cerita mengenai kehidupan Veronika di sana yang akan sedikit saya ceritakan. Villete merupakan rumah sakit yang menampung orang-orang gila dan orang yang telah sembuh dari gilanya tapi enggan bergabung dengan dunia luar. Veronika bertemu dengan para pasien yang beragam, tapi hanya sedikit yang kemudian berinteraksi dengannya. Ada Zedka, Mari, dan Eduard.

Ketiganya memberikan pengalaman baru buat Veronika dalam memandang kehidupan dari cara pandang yang berbeda, yang tidak umum. Itulah sebabnya mereka disebut “gila”. Mereka tidak sepenuhnya kehilangan kesadaran, bahkan memiliki emosi yang sama dengan kita, bisa bersedih, bisa sukacita, bisa tertawa. Tapi mereka minoritas, tidak sejalan dengan konsensus umum.

Coelho juga membawa pembacanya untuk mengenal dunia spiritual, bukan sesuatu yang mudah, namun dia berusaha menyuntikkannya dengan dosis seringan mungkin. Ketika seseorang mulai mengenal dunia astral, masuk ke dalamnya, melihat surga. Sayangnya itu tidak membuat saya sepenuhnya bisa memahami dunia spiritual ala Coelho karena pintu masuk dia adalah ajaran Kristen.

Sosok Eduard yang skizofren, entah kenapa yang masuk dalam otak saja adalah sosok Edward Cullen dan mati-matian memusnahkan hal tersebut tapi gagal karena penggambaran Eduard yang ini persis seperti Cullen, sayangnya dia tidak bisa terbang dan terjatuh dari sepeda karena melamun. Ini tokoh yang menurut saya agak konyol tapi seperti sangat dibutuhkan Coelho untuk menutup cerita.

 

Jogja, 19 Januari 2015
Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response