Wildest Dream, video yang menceritakan tentang seorang aktris cantik berusia muda dan berambut cokelat yang tengah menjalani syuting film di Gurun Sahara yang jatuh cinta pada lawan mainnya yang tidak hanya tampan, tapi juga sikapnya begitu romantis—di dalam film itu. Keintiman keduanya terus meningkat selama proses pengambilan gambar, sambil menikmati romantisme di tengah-tengah eksotisme Afrika dengan singa, zarafah, zebra, dan burung-burung sampai akhirnya mereka kembali dibawa ke alam nyata yang sangat menyakitkan, kekasih yang sudah menjadi milik perempuan lain. Si aktris diperankan siapa lagi kalau bukan Taylor Swift, dan Scott Eastwood sebagai sang pujaan hati.

Wildest Dream tak lain sebagai video kelima Swift dari album 1989, kali ini kembali disutradarai oleh Joseph Kahn, sebelumnya juga menggarap Blank Space yang menceritakan seorang perempuan bangsawan kaya raya psikopat dan pencemburu berat yang tinggal di sebuah kastel besar, memiliki seorang kekasih yang punya selingkuhan di luar sana. Juga video Bad Blood, menceritakan seorang perempuan jagoan yang ingin membalas dendam pada sahabat yang telah mengkhianatinya dalam sebuah misi.

Video Wildest Dream Impian Terliar Taylor Swift

Wildest Dream bersetting Gurun Sahara

Wildest Dream memberikan pilihan kepada penonton ingin menikmati apa dari video ini. Apakah plot sebuah cinta lokasi yang berakhir menyakitkan, ataukah kekaguman terhadap kehebatan sang sutradara video memaksimalkan kegersangan gurun pasir yang tidak mungkin tiba-tiba ada serombongan perempuan seksi lalu menari-mari di sana. Saya menikmati latar tempatnya, hewan-hewan yang ikut melihati proses pengambilan film bahkan satu frame dengan Taylor Swift.

Joseph Kahn menuangkan lirik lagu buatan Swift dari album yang murni bernuansa pop menjadi visualisasi yang tidak melenceng jauh dari sebuah cinta antara dua anak manusia yang ingin menikmati dunianya sesaat, dengan percikan seksualitas yang kemudian semakin menggebu. Seorang perempuan yang tidak mampu menahan godaan seorang pria tampan bertubuh tinggi lalu hubungan itu berakhir dengan kenangan yang tersisa dan harapan agar tidak dilupakan. Tidak penting apakah si kekasih benar-benar tidak akan melupakan di kemudian hari. Tidak penting seberapa sakit hatinya jika semua telah berakhir.

Lirik-lirik lagu seperti ini sering dikecam oleh kalangan orang tua yang memiliki anak remaja dan masih hijau, yang belum mampu untuk memagari dirinya dari ajakan hubungan seks di luar pernikahan, dengan risiko sangat tinggi. Namun saya memandang bahwa Swift hanya ingin menuliskan pengalaman pribadinya ketika masih begitu belia dan takluk kepada ajakan-ajakan pria yang hanya ingin mengajaknya bersenang-senang sesaat dan itu hanya menyisakan kehampaan belaka. Hanya impian belaka. Realitas punya  ceritanya sendiri.

Ini dia video Wildest Dream dari Taylor Swift:

 

Jogja, 31 Agustus 2015