Yossi & Jagger (2002); Film Percintaan Rahasia Sepasang Prajurit Israel

Yossi & Jagger (2002); Film Percintaan Diam-Diam Sepasang Prajurit Israel
Yossi & Jagger (2002). Sumber gambar: IMDB.

Yossi & Jagger rilis tahun 2002. Cukup lama saya mencari film LGBT asal negara Israel ini dan baru sekarang bisa menontonnya. Dulu saya tahu karena masuk dalam list screening movies Q! Film Festival 2007 Jogja. Saya cukup maklum jika film-film produk lokal Israel tidak begitu booming di ranah internasional. Sebelum Yossi dan Jagger, saya pernah menonton The Secrets/Ha Sodot dan Eyes Wide Open—official selection of the 2009 Cannes Film Festival.

Tema-tema film LGBT Israel dekat dengan kesuraman, tidak hanya dari sinematografis, tapi juga meresap hingga alur ceritanya. The Secret adalah percintaan dua siswa sekolah agama. Eyes Wide Open adalah tentang seorang tukang daging yang sudah berkeluarga dan jatuh cinta pada karyawan yang jauh lebih muda darinya.

Sementara, Yossi & Jagger berkisah tentang Jagger, seorang prajurit muda Israel yang menjalin hubungan dengan atasannya. Jagger adalah tipikal pemuda pendiam. Pada keluarga, ia cenderung tertutup. Kepada Yossi-lah ia menjadi terbuka, Yossi tahu banyak hal tentang diri Jagger. Jagger bernama asli Lior Amichai. Lelaki Israel tulen. Nama aslinya Yehuda Levi. Jangan tanya apakah ganteng apa sedikit ganteng. Tuhan demikian melimpahkan ketampanan dan kecantikan pada anak-anak Israel.

Dunia militer adalah jagad yang anti dengan homoseksualitas. Bukan hal baru. Militer yang memiliki hubungan percintaan sejenis, memilih untuk menutupinya rapat-rapat. Tambahan lagi, Israel adalah negara yang agama dan norma-normanya masih kuat. Kalangan konservatif masih berkuasa, meskipun radikal pun ada. Hubungan antara Yossi dan Jagger terjalin semenjak mereka bertugas bersama. Para prajurit tahu bahwa keduanya dekat, hanya saja jika itu ternyata bermuara pada cinta, mereka tak tahu sama sekali. Begitupun Yaeli, seorang prajurit perempuan yang menyimpan pada Jagger. Yaeli sudah lama menyukai Jagger. Apa mau dikata, perasaan cintanya tidak pernah mendapat balasan. Jagger memang baik, tapi tidak bisa memberi lebih dari itu.

Durasi Yossi & Jagger tidak begitu panjang. Hanya 65 menit. Kita tidak akan sempat melihat adegan yang lebih intim dari berciumannya kedua tokoh di atas lapisan salju. Kebersamaan mereka tidak pernah bisa leluasa, mengingat mereka berada di dalam kamp militer dengan begitu banyak prajurit yang lalu-lalang. Belum lagi, serangan musuh bisa sewaktu-waktu datang. Yossi pun tipikal yang tidak berani mengambil risiko ketahuan orang lain. Dia bahkan marah jika Jagger terlalu memperlihatkan sisi homoseksualnya, entah dari selera musiknya hingga gesture tubuh.

Harus saya akui, ending tragis ada kalanya menjadi sebuah pilihan yang terbaik. Hubungan mereka berakhir dengan menyedihkan, tapi ada senyuman menutup film Yossi & Jagger.

Trailer Yossi & Jagger:

Jogja, 12 September 2016

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response