Zen Power Bank; Penolong Pertama Saat Low Battery

Zen Power Bank tersedia dalam dua warna (yang didisplay warna putih dan gue ditawarin warna hitam, gue pilih hitam) dengan harga aslinya Rp356.000 dan didiskon sampai harganya turun Rp279.000, lumayan kan?

Gadget yang satu ini buat gue sedikit mengurangi kecemasan ketika berada di satu tempat dalam waktu cukup panjang—hitungan jam—anggap saja begitu. Gue kadang menggunakan internet dari Samsung Galaxy Mini gue, dan ponsel pintar itu baterenya superboros, dikit-dikit abis. Buat gue nggak masalah kalau semua tempat yang gue datangi itu menyediakan spot untuk charging, seperti sebuah mal di kota Yogya, tapi kenyataannya tidak semua penyedia tempat nongkrong mau berbaik hati. Contoh yang pelit adalah bioskop. Di sana tersedia sejumlah colokan listrik, tapi nggak boleh dipakai, sementara untuk menunggu waktu pemutaran film, gue pakai dengan twitteran atau browsing. Bete dong?

Zen Power Bank; Penolong Pertama Saat Low Battery
Sumber gambar: sutamatamasu.com

Nah, akhirnya gue coba nyari tahu, alat yang fungsinya seperti UPS komputer, semacam power supply gitu deh. Dan gue searching di web Alnect, toko komputer langganan gue. Ada! Namanya portable power supply atau power bank. Alat yang rata-rata berukuran ponsel ini tersedia dalam beberapa merek dan daya. Ada Scamdisk, Gadmei, Sanyo, dan Zen Power Bank. Untuk dayanya, mulai dari 4.000-10.000mAh. Makin besar daya, maka makin lama daya tahannya (bener nggak sih bahasa gue?)

Gue pun memilih Zen Power Bank 8000mAh, dengan asumsi, kalau gue beli yang 4.000 terlalu kecil dan 10.000 terlalu mahal ehm (rata-rata yang 10.000 ini harganya Rp400.000 ke atas lho). Gue sempat melirik merek Sanyo, tapi sayangnya hanya 5.000mAh sementara harganya di atas Rp350.000. Gue pun skip.

Tersedia dalam dua warna (yang didisplay warna putih dan gue ditawarin warna hitam, gue pilih hitam) dengan harga aslinya Rp356.000 dan didiskon sampai harganya turun Rp279.000, lumayan kan?

Dalam satu kotak berbahan plastik mika, terdapat si power bank, kemudian kabel konektor, delapan sambungan konektor (halah apa sih ini namanya), plus satu adaptor sehingga untuk recharging bisa langsung ke colokan listrik, nggak cuma mengandalkan komputer/laptop. Dan yang nggak kalah penting adalah selebaran kertas sebagai manual supaya tidak salah memperlakukan benda yang satu ini supaya awet

Di bodi Zen Power Bank terdapat 2 USB port, untuk output 2A dan 0,6A, lalu ada 1 port untuk charging si power bank ke listrik atau komputer, lalu senter (yang dinyalainnya dengan cara memencet tombol 2 kali (cuma ada satu tombol di sana, jadi usah rempong cari yang lain), ada juga indikator LED yang menunjukkan sisa daya di dalam power bank. Itu aja dan rasanya memang itu sudah cukup gadget komplementer yang penting gue punya.

Oh ya, untuk garansinya sebulan, jadi jangan tunda-tunda untuk test drive setelah membeli.

Yogyakarta, 14 oktober 2012

Leave a Response